Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan, Kakanwil Kemenag Kalteng

Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan, Kakanwil Kemenag Kalteng

Palangkanews co.id || Modus penipuan dengan menjanjikan bantuan sosial dengan mengatasnamakan Kakanwil Kemenag Prov. Kalteng kembali muncul. Kali ini, upaya itu dilaporkan terjadi di Kabupaten Katingan, Sukamara, dan Lamandau.

Caranya, terdapat oknum yang mengirimkan nomor telepon seluler yang diklaim sebagai nomor milik Kakanwil Kemenag H. Noor Fahmi. Saat nomor tersebut dihubungi, Kakanwil gadungan itu mengatakan akan memberikan bantuan sosial.

Rata-rata calon korbannya adalah panitia pembangunan masjid. Mereka dijanjikan bakal mendapatkan bantuan puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Beruntung, para panitia pembangunan masjid mengadukan hal itu ke Kantor Kemenag Kabupaten setempat. Setelah diyakinkan bahwa tidak ada bantuan tersebut, upaya penipuan itu pun gagal.

Kakanwil H. Noor Fahmi meminta masyarakat untuk waspada. Beragam modus penipuan bisa saja dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Saat ini, pemberian bantuan sosial itu bersifat non tunai, artinya ditransfer ke rekening panitia. Jadi tidak mungkin ada program bantuan dari Kementerian Agama yang memberikan dananya secara tunai,” tegas H. Noor Fahmi di ruang kerjanya, Jumat (13/8/2021).

Apalagi, lanjutnya, mengatasnamakan pejabat yang tidak ada di Kemenag. Pasalnya, oknum yang beraksi di Katingan, Lamandau, dan Sukamara mengatasnamakan Biro Keuangan dan Anggaran.

“Jadi memang sudah tepat jika masyarakat mengkonfirmasi ke Kemenag Kabupaten/Kota atau ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah,” beber H. Noor Fahmi.

Dia berharap masyarakat semakin waspada dengan beragam modus penipuan yang menggunakan nama lembaga. Humas Kemenag Kalteng bisa menjadi salah satu pihak yang dapat dihubungi jika ada seseorang yang mengatasnamakan institusi tersebut.

“Saya meminta kita semua mewaspadai upaya tersebut. Kuncinya adalah jika mengatasnamakan Kementerian Agama bahwa ada bantuan, kemudian meminta transfer sejumlah uang untuk mendapatkan bantuan tersebut, maka itu penipuan,” Jelas H. Noor Fahmi.

Pewarta.: Rahmadi
Sumber : Kemenag Kalteng

admin