Viral. Ali Nurdin Dikatakan Mati Hidup Kembali, Baca Selanjutnya, Polisi Baik Hati.

Viral. Ali Nurdin Dikatakan  Mati Hidup Kembali, Baca Selanjutnya, Polisi Baik Hati.

Palangkanews co.id | KEPOLISIAN Sektor Jagebob, Polres Merauke memulangkan seorang lelaki bernama Ali Nurdin yang telah dinyatakan meninggal sejak empat tahun lalu oleh pihak keluarganya.

Ali Nurdin ditemukan di Kampung Poo, Distrik Jagebob, Merauke oleh warga setempat dua minggu lalu.

Kapolsek Jegebob, Ipda Sukirno menjelaskan, pihaknya mengamankan Ali Nurdin atas laporan warga setempat. Sebab, dia sering kali terlihat tidur di depan rumah warga.

Saat diamankan polisi, Ali Nurdin tanpa memiliki identitas. Dia baru bisa memberikan keterangan ketika diamankan beberapa hari di Polsek Jagebob.

“Dia mengaku berasal dari Dusun Sukajadi RT 002/RW 007 Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Tahun 2017, dia bekerja di kapal pencari cumi dan singgah di Merauke, karena tak betah bekerja di kapal, dia pun lari dan hidup terlunta-lunta di Merauke,” terang Sukirno kepada media ini.

Menurut Sukirno, Kepolisian Merauke telah berkomunikasi dengan pihak keluarga Ali Nurdin di Provinsi Jawa Barat dan pihak keluarganya tidak percaya jika Ali Nurdin masih hidup.

“Ibunya tak percaya jika Ali Nurdin masih hidup. Sebab sejak empat tahun lalu, pihak keluarganya menyatakan dia telah hilang dan meninggal di Papua karena tak ada kabar. Keluarganya juga telah membuat selamatan atas meninggalnya Ali Nurdin,” ujar Sukirno.

Sukirno juga mengatakan, Ali Nurdin telah dipulangkan ke daerah asalnya pada Kamis, 4 Februari 2021 dan dia disambut langsung oleh Kepala Desa Sukra, Indramayu.

“Untuk biaya kepulangan Ali Nurdin, anggota polsek patungan untuk beli tiket dan uang sakunya,” ujarnya.

Ali Nurdin kini telah bertemu ibunya dan keluarganya. Dia disambut baik oleh warga kampung.

Ali Nurdin kepada media ini mengaku, selama empat tahun lari dari kapal cumi, dirinya hanya tidur di depan toko dan di depan rumah warga.

Bahkan untuk makan sehari-hari di berharap belas kasihan warga.

“Selama empat tahun saya pindah-pindah tempat mulai dari Kota Merauke, Distrik Semangga, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik dan Distrik Jagebob. Untuk menjangkau daerah ini, saya berjalan kaki. Saya sempat bantu-bantu orang kerja jalan, namun saya tak minta diberi upah, yang penting diberi makan saja,” tutupnya.

Pewarta. : Herdy pknews Jabar
Sumber. : KABARPAPUA.CO/Pknews Papua.

Redaksi Palangka News