TP PKK Gumas Menggelar Pembinaan Dasawisma di Desa Tumbang Bahanei

TP PKK Gumas Menggelar Pembinaan Dasawisma di Desa Tumbang Bahanei

Palangkanews.co id / Kuala Kurun, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar acara pembinaan dasawisma di Desa Tumbang Bahanei Kecamatan Rungan Barat dihadiri oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Senin (25/10/2021).


Tujuan Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Kerja PKK Kabupaten Gunung Mas berdasarkan hasil rumusan Rapat Konsultasi pada Tahun 2019.

“PKK dengan salah satu programnya yaitu Dasawisma menjadi bagian yang penting yang seharusnya mendapat perhatian kita semua, dimana Dasawisma dengan salah satu kegiatannya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” kata Ketua TP-PKK Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong ketika menyampaikan sambutannya.

Dasawisma merupakan program kerja PKK mulai dari pusat sampai ke desa, yang terdiri dari kelompok ibu dari 10 – 20 Kepala Keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mitra PKK yaitu Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan yang saat ini mendukung kegiatan-kegiatan PKK.”

“Kami berharap juga bahwa program-program pokok PKK ini bisa sejalan dengan program-program dari mitra kami tersebut,” ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan, masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam.

Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.

Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita.

Sanitasi dan Akses Air Bersih Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi.

“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya”, tutupnya.

Pewarta. : Isw + Hendra
Sumber. : Diskominfostkgumas

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News