TIGA TENAGA KERJA ASING ASAL CHINA, MENGALAMI KECELAKAAN KERJA.

TIGA TENAGA KERJA ASING ASAL CHINA, MENGALAMI KECELAKAAN KERJA.

Palangkanews.co.id || Usaha pertambangan Zirkon PT.MPP terjadi kecelakaan yang mengakibatkan menimpa sebanyak tiga orang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Lahei Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah pada pukul 16.00 WIB . Terjadi pada hari Selasa 13 Juli 2021 lalu .dipublikasikan
Pada Jum’at 16/7/21

Kecelakaan akibat runtuhnya bangunan pabrik (corong penampung pasir) pengolahan pasir kuarsa yang belum jadi , yang mengakibatkan orang meninggal dunia sebanyak 1(satu) orang An. Albar,20 Thn, warga Desa lahei RT 07 kecamatan mantangai dan 3 (tiga) orang warga negara tiongkok yaitu :

1.YA HANXUAN
2.FENG QUANKUN
3. CHEN BIBO

Ketiga org tersebut mengalami luka berat sekarang dirawat dirumah sakit siloam palangka Raya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ketiga TKA dari China tersebut telah dievakuasi pihak perusahaan ke RS. Siloam Palangka Raya. Belum diketahui keberlanjutan nasib ke tiga TKA ini.

Kecelakaan kerja diduga terjadi ketika ketiga TKA melakukan Aktifitas di tengah cuaca buruk. Angin kencang dan hujan lebat yang mengguyur lokasi penambangan mengakibatkan ambruknya tower washing spiral penampungan pasir yang akhirnya menimpa mereka.

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Tengah selaku pihak yang berwenang, dinyatakan oleh Kepala Dinas bahwa pihaknya telah mengetahui peristiwa kecelakaan ini.

“Kami sudah mengetahui hal peristiwa tersebut”, ujarnya.

Ketika ditanya tentang status ketenagakerjaan ketiga TKA, Kadis Pertambangan Kalteng menyampaikan dari hasil pengecekan data di Sistem TKA online ternyata ketiga orang TKA ini tidak terdaftar sebagai TKA.

“Sudah kami lakukan pengecekan terhadap status ketiga orang tersebut, ternyata mereka tidak terdaftar sebagai TKA” tuturnya.

Sementara itu terkait dengan status perijinan PT. MPP, Kadis Pertambangan Kalteng menjelaskan bahwa dibutuhkan pengecekan lebih lanjut, karena menurutnya Dinas PTSP Kalteng tidak pernah mengeluarkan ijin untuk perusahaan tersebut.

“Kami sudah mengkonfirmasi ke PTSP terkait soal ijin, diketahui bahwa PTSP tidak pernah mengeluarkan ijin untuk perusahaan tersebut” katanya.

Terkait dengan penanganan peristiwa kecelakaan kerja ini, Kadis Pertambangan Kalteng menjelaskan bahwa peristiwa ini masuk dalam kategori kecelakaan tambang yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

Awak media palangkanewsco.id masih menyelusuri terus ke beradaan tiga tenaga Asing tersebut dan informasi yang kami terima kebenaran tentang kecelakaan TKA pada humas Polda Kalteng hari Jum’at 16/7/21 pukul 17.15 WIB lewat SMS seluler dengan rilis laporannya, dan dikutip dari rilis tersebut

Sehingga berita kami naik kan dan selanjutnya berita bersambung

Pewarta. : Red pknews
Sumber. : Media lokal dan Humas Polda Kalteng,

Redaksi Palangka News