Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produksi Dan Aman Covid-19 Kalteng.

Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produksi Dan Aman Covid-19 Kalteng.

Palangkanews co.id – Menindaklanjuti Arahan Presiden Republik Indonesia pada video conference pada tanggal 10 Juni 2020, Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah telah mengadakan Rapat Terbatas Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah pada tanggal 10 Juni 2020.

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Gubernur mengingatkan kepada seluruh Bupati/Wali Kota agar hati-hati, sekali lagi, hati-hati dalam menerapkan tatanan kehidupan baru. Daerah tidak boleh terburu-buru dalam menerapkan tatanan kehidupan baru.

Dalam rangka mempersiapkan penerapan tatanan kehidupan baru masyarakat produktif dan aman covid-19, Gubernur Kalteng memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota melakukan langkah-langkah yaitu:

(1) Pra Kondisi, (2) Penentuan Waktu atau Timing, (3) Prioritas, (4) Koordinasi Pusat dan Daerah, dan (5) Monitoring dan Evaluasi. Setiap daerah harus melakukan langkah-langkah tersebut sehingga penerapan tatanan kehidupan baru dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman covid-19.

Secara khusus, Gubernur Kalimantan Tengah menekankan kepada seluruh Bupati/Wali Kota untuk memperkuat pra kondisi penerapan tatanan kehidupan baru dengan melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif terkait protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat dan dilakukan simulasi-simulasi penerapan tatanan kehidupan baru. Selain itu, Gubernur juga meminta Bupati/Wali Kota dalam menerapkan tatanan kehidupan baru dilakukan secara selektif terhadap sektor-sektor atau aktivitas-aktivitas yang prioritas. Terakhir, Gubernur meminta Bupati/Wali Kota senantiasa meningkatkan Koordinasi Pusat dan Daerah, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Tatanan kehidupan baru bukan berarti kita menyerah atau kalah tetapi kita harus mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan sehingga kita semua tetap dapat produktif dan aman dari covid-19.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Tengah Ir. H. Darliansjah, M.Si. menjelaskan, sesuai dengan petunjuk Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Gugus, diminta kepada seluruh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota untuk memperkuat basis data di tingkat kabupaten/kota dengan selalu melakukan updating pada sistem terintegrasi Bersatu Lawan Covid (BLC).

Penentuan waktu penerapan tatanan kehidupan baru harus didasarkan pada data dan analisis secara ilmiah dan itu sudah difasilitasi oleh Gugus Tugas Nasional melalui aplikasi BLC.

Secara teknis, penentuan waktu ditentukan oleh angka Rt – angka reproduksi efektif dan 14 indikator kesehatan masyarakat, yang penilaiannya dilakukan melalui sistem Bersatu Lawan Covid.

“Selain itu, BLC juga membantu dalam melakukan evaluasi penerapan tatanan kehidupan baru, dimana apabila terjadi peningkatan kasus covid-19 selama penerapan tatanan kehidupan baru, maka harus dilakukan penghentian sementara, yang ditindaklanjuti dengan melakukan pengetatan atau melakukan PSBB.” Kata Darliansjah

Lebih lanjut dijelaskan H. Darliansjah, “Berdasarkan pemantauan data harian covid-19 posisi analisis data tanggal 11 Juni 2020, ada 4 kabupaten yang angka Rt-nya di bawah 1 yaitu: Kabupaten Sukamara, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas, sedangkan kabupaten/kota lainnya angka Rt-nya lebih dari 1.” Ungkapnya

Keaktifan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota dalam menginput data ke BLC akan memudahkan dan mempertajam dalam pengambilan keputusan.

Reporter. : Tim/Red
Sumber. : Ranny Humas Pemprov Kalteng.
Editor. : Redaksi Pknews.co.id

admin

admin