Simpanse Orang Utan Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Simpanse Orang Utan Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Palangkanews.co.id | Sejarah mahluk hidup di muka bumi berbagai macam Kehidupan, Hewan simpanse (Pan troglodytes) adalah kerabat terdekat Homo sapiens atau manusia yang masih hidup saat ini. Seperti manusia dan primata lainnya, simpanse adalah hewan sosial.

Simpanse menjadi dewasa secara seksual pada usia yang kira-kira sama dengan manusia.

Namun, simpanse memiliki aturan hierarki jantan yang ketat, di mana semua betina tunduk pada semua jantan.

Bahkan, tak jarang jantan melakukan kekerasan seksual terhadap pasangannya.

Bukan hanya melakukan kekerasan pada betina, jantan juga bisa melakukan kekerasan pada bayi mereka.

Simpanse adalah sejenis kera, yang merupakan jenis primata yang berbeda dari monyet.

Dilansir Sciencing, Jumat (20/7/2018) simpanse mencapai pubertas pada usia yang kira-kira sama dengan usia manusia.

Simpanse jantan menjadi dewasa secara seksual antara usia 9 hingga 15 tahun, sedangkan simpanse betina mengalami menstruasi pertama pada usia sekitar 10 tahun, dengan siklus menstruasi sekitar 36 hari.

Berbeda dengan manusia, simpanse betina menjadi tidak subur selama sekitar dua hingga empat tahun setelah siklus menstruasi pertama mereka, meskipun mereka bersanggama pada waktu ini.

Hal itu mungkin merupakan adaptasi untuk memastikan keamanan, karena wanita biasanya bermigrasi ke komunitas baru pada sekitar waktu ini.

Para jantan dalam komunitas simpanse diatur dalam cara yang kurang lebih linier dari atas ke bawah, dengan jantan ‘alfa’ atau dominan yang dianggap memiliki posisi teratas.

Jantan alfa biasanya berusia antara 20 dan 26 tahun dan memiliki kecerdasan, serta kecakapan fisik yang tidak biasa.

Sedangkan para betina, memiliki hierarki mereka sendiri yaitu harus tunduk pada semua jantan.

Sang jantan secara rutin berpatroli di perbatasan komunitas mereka dan dengan ganas menyerang penyusup jantan dari komunitas lain yang mereka temui di sana.

Seekor betina yang dianggap sangat menarik secara seksual biasanya menarik banyak pejantan, dan jantan alfa di antara mereka kadang-kadang mencoba menghalangi yang lainnya untuk kawin dengan betina tersebut, sampai dia dapat mengambil gilirannya.

Seperti pada manusia, tidak ada waktu tertentu dalam setahun di mana diketahui simpanse betina sedang dalam keadaan subur atau estrus.

Konon, dalam suatu komunitas, sebagian besar simpanse betina berada dalam estrus ketika persediaan makanan sedang melimpah.

Kera dan monyet memiliki kecenderungan berhubungan seks hanya untuk kesenangan, bahkan ketika para betina sedang tidak dalam masa subur sekalipun.

Merupakan mitos umum bahwa selain manusia, hanya lumba-lumba yang melakukan hubungan seksual untuk kesenangan.

Namun kenyataannya, para peniliti telah mengamati bahwa orgasme terjadi pada sebagian besar atau semua spesies primata, serta mamalia dan spesies hewan lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Simpanse betina akan kawin dengan banyak simpanse jantan saat mereka berada pada puncak kesuburan, kecuali dicegah oleh jantan alfa.

Faktanya, pejantan alfa bahkan dapat mencegah pejantan lain untuk kawin dengan betina yang bahkan tidak dia minati.

Simpanse juga memanifestasikan perkawinan sebagai pasangan, di mana jantan dan pasangan seksual perempuannya meninggalkan komunitas selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Seperti mamalia jantan lainnya, simpanse jantan menunjukkan pola perilaku terhadap betina yang melucuti resistensi betina untuk kawin.

Perilaku ini termasuk kekerasan fisik atau yang dikenal dengan istilah manusia sebagai serangan seksual atau pemerkosaan.

Contoh pemaksaan seksual langsung, adalah seekor jantan yang secara fisik menjaga perempuan yang berovulasi untuk dirinya sendiri.

Sedangkan contoh bentuk kekerasan seksual tidak langsung, adalah sang jantan dapat membunuh bayi yang menurutnya bukan hasil dari dirinya.

Hal ini mungkin terjadi sebagai upaya untuk memacu sang ibu menjadi subur kembali, agar ia bisa melakukan hubungan seksual lagi dengannya.

Pewarta : Red pknews
Sumber. : Dea Syifa Ananda /Editor: Bestari Kumala Dewi/Kompas.com

Redaksi Palangka News