Siap dikurbankan 2000 Ekor Hewan

Siap dikurbankan 2000 Ekor Hewan

Palangkanews.co.id – Jelang menghadapi persiapan Lebaran Idul Adha atau Hari Raya Kurban, Kota Banjarmasin diperkirakan akan menyerap sekitar 2000 ekor hewan kurban berupa sapi maupun kambing yang akan disembelih pada saat pelaksanaan ibadah kurban yang jatuh pada 31 Juli 2020 mendatang.

Anwar Ziyadi/ Kepala Bidang Peternakan DKP3 Banjarmasin (Ahmad Fauzie)
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Anwar Ziyadi saat ditemui media di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2020) siang.

Ia menyebut diperkirakan tahun ini Kota Seribu Sungai ini akan menyerap sekitar 2.000 ekor hewan kurban.

“Untuk Ibadah kurban di tahun 2020 ini, Banjarmasin diperkirakan akan menyerap sekitar dua ribu ekor sapi termasuk juga kambing,” ucap Anwar Ziyadi kepada kalselpos.com.

Menurutnya, kesiapan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini telah dimulai sejak pekan tadi. “Kesiapan suplayer hewan ini melalui pedagang hewan yang mendatangkan hewan kurban seperti sapi dari wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya

Terkait adanya pandemi Covid 19 saat ini, pelaksanaan ibadah qurban pun sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu harus menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah, seperti menggunakan APD dan dilarang berkerumun.

“Bahkan bagi para penerima daging qurban tidak harus mengambil,namun dibagikan oleh panitia pelaksana ibadah qurban,” ungkap Kabid dengan sapaan Anwar itu.

Sementara terkait kesehatan hewan qurban,tim kesehatan dari dinas ketahanan pangan pertanian dan perikanan Kota Banjarmasin, telah melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di rumah potong Hewan yang berada di kawasan Basirih Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin pada Selasa (7/7/2020) siang.

Setelah melalui pemeriksaan, hewan-hewan itu nantinya akan dijual oleh pedagang yang ada di kota Banjarmasin.

Menurut ketua tim kesehatan hewan, drh. Anang Dwi Jatmiko, pemeriksaan hewan ini terbagi menjadi dua, yakni pemeriksaan umum yang meliputi keadaan fisik hewan dan pemeriksaan penyakit yang melibatkan pihak laboratorium.

“Pemeriksaan terbagi menjadi dua bagian pertama menyangkut fisik seperti mata, bulu mulut dan ada tidaknya cacat pada hewan tersebut. Yang kedua terkait penyakit, hal ini harus melibatkan pihak laboratorium,” pungkas drh. Anang Dwi Jatmiko.

Dokter Anang menambahkan, sebelum dikirim ke Banjarmasin, seluruh hewan kurban tersebut telah menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.

“Sapi-sapi yang baru datang ini sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium dulu sebelum dikirim, jadi setibanya di sini kita hanya melakukan pemeriksaan lanjutan saja,” tukasnya.

Pewarta : yulianda/Rahmad
Sumber : Ahmad Fauzie/Kalselpos
Editor : Hendrik Panjaitan

admin

admin