Sengketa Pemasangan Hinting Pali Di Mediasi Kapolresta Palangka Raya

Sengketa Pemasangan Hinting Pali Di Mediasi Kapolresta Palangka Raya

Palangkanews.co.id || Mediasi antara for dayak dengan Perusahaan Sawit PT. Citra Agro Abadi dilaksanakan di Mapolres Kota Palangka Raya jalan Tjilik Riwut Km 3, di pimpin langsung Kapolresta Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., .Hum. Mediasi ini terkait tentang pemasangan Hinting Pali yang dilakukan oleh Masyarakat Adat Dayak melalui ormas Fordayak di Kantor Perusahaan Sawit PT. CAA dijalan Agropuro Bukit Hindu Kota Palangka Raya pada hari rabu tanggal (24/03) beberapa hari yang lalu.
Selaku moderator Kapolsek Pahandut 27/3/2021.

Tujuan mediasi kedua pihak yang bersengketa ini, Kapolres Palangka Raya mencarikan jalan keluar agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik, aman dan damai.



Hadir dalam acara mediasi dari Kesbangpol Provinsi Kalteng, Wakil Ketua DAD Kalteng, Wakil Indonesia Hebat Bersatu, Wakil Batamad, Demang, Mejelis Besar Adat Keharingan dan tokoh masyarakat adat Dayak. kalteng.

Di awal mediasi Kapolres mengatakan kaget dengan kejadian pemasangan hinting pali di kantor PT. CAA karena permasalahan ini bukan berada di Kota Palangka Raya tapi diluar Kota Palangkaraya.

Lebih lanjut Kapolres juga mengatakan agar permasalahan ini diselesaikan di tempat dimana terjadinya sengketa, Bukan berarti Polres lepas tangan tapi masalah ini di luar ranah hukum kapolres palangkaraya.

Kapolres juga tidak mau ada permasalahan di kota palangkaraya ini karena selama Dia memimpin belum ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, semuanya dapat diselesaikan ini semua karena Kapolres menginginkan Kota Palangka Raya ini tetap aman, damai dan tentram.

” Saya tidak mau hal ini terjadi wilayah hukum Kota Palangka Raya ada ribut, saya berharap rekan rekan kedua belah pihak dapat menyelesaikan dengan damai tentram Arif dan bijaksana, saya ingin koto ini tertib aman dan kondusif ” ucap Jaladri

Dalam mediasi ini Bambang Irawan Ketua For Dayak yang sekaligus mewakili masyarakat dayak di Desa Paharangan mengatakan kenapa mereka melaksanakan hinting pali di Palangkaraya ini semua dikarenakan Kantor Cabang mereka ada di Kota Palangkaraya.


Lebih lanjut Bambang juga mengatakan bahwa Perusahaan tidak menghargai masyarakat dayak yang ada di desa tersebut ini bisa dilihat dengan mudahnya mereka menggarap lahan yang mana masyarakat memiliki hak atas tanah tersebut ini dibuktikan bukti SKTA yang dimiliki oleh pemilik lahan yang digarap oleh perusahaan ini.

Bambang berharap perusahaan mau mengganti rugi lahan yang sudah digarap oleh perusahaan sawit PT CAA tersebut.

” Kami minta pihak perusahaan dapat menjawab permintaan masyarakat setempat beberapa hari kami tentukan dua tiga Minggu terjawab.” Kata Bambang.

Pernyataan dari perwakilan PT CAA Dedy Suwandi di mediasi tersebut tetap dengan pernyataan kemarin bahwa perusahaan sudah mengikuti tahapan tahapan dalam menggarap lahan tersebut, mereka telah memberikan tali asih dan di sahkan hal itu disaksikan oleh semua tokoh yang ada di Desa tersebut.

Lanjut Dedy bahwa PT.Citra Agro Abadi berdiri diatas legal yang sah, bila perusahaan salah maka mereka siap mengikuti proses hukum positif yang ada di Indonesia.

Dedy juga mengatakan Perusahaan PT CAA tetap menghormati hak hak masyarakat adat dan menjunjung tinggi adat istiadat Dayak Kalimantan tengah ini.

” Kami siap dipanggil untuk duduk bersama menjelaskan persoalan lahan CCA kepada kelompok penggugat, dan kami selalu taat dengan adat istiadat Dayak dan juga kami selalu membantu kegiatan masyarakat dari berbagai keperluan untuk kepentingan masyarakat” tutur Dedy.

Pantauan media Palangkanews.co.id mengikuti jalannya mediasi belum menemukan titik terangnya tuntut menuntut dari Fordayak ke PT. CCA, selanjutnya akan ada lagi mediasi lagi.

Pewarta. : Aris/ Boy pknews
Penulis. : Tim pknews
Sumber. : Liputan langsung pknews.

Redaksi Palangka News