Rebutan SCRAP besi PLTU Tanjung Jati 5-6 Jepara

Rebutan SCRAP besi PLTU Tanjung Jati 5-6 Jepara

Palangkanews.co.id – Jepara |Berawal rapat di Kantor Polres Jepara pada tanggal, 12 Mei 2019, dibentuklah “Komite Scrap” Ring 1 PLTU TJB, Jepara yang dihadiri oleh Petinggi 4 desa dan orang-orang kepercayaannya, yaitu Desa Tubanan, Kaliaman, Kancilan di Kecamatan Kembang dan Desa Wedelan di Kecamatan Bangsri. Dalam rapat tersebut membahas pengelolaan dan pembagian jatah scrap yang dihasilkan PLTU Tanjung Jati B Unit 5&6.

Pembagian jatah hasil penjualan scrap tersebut sebagai berikut Rp 150/kg untuk desa Tubanan sebagai desa tapak PLTU TJB, Rp 100/kg untuk Desa Kaliaman, Rp 50/kg u/ Desa Kancilan dan Wedelan.

Dengan adanya “Komite Scrap” diharapkan 4 desa Ring 1 PLTU TJB ikut merasakan hasil dari penjualan limbah scrap dari Unit 5&6. Berbekal dari terbentuknya “komite scrap” tersebut, oknum KP yang pada saat itu sebagai Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tubanan, yang juga turut hadir dalam pembentukan Komite Scrap bisa mendapatkan ” surat sakti” atau berupa Surat Penunjukan untuk pengelolaan dan penjualan limbah scrap dari seluruh main contractor dan sub contractor yang ada di Unit 5&6 Expansion PLTU Tanjung Jati B.

Namun perjalannannya, perwakilan dari 3 desa yaitu Kaliaman, Kancilan & Wedelan ditinggal, dalam arti mereka tidak dikutsertakan dalam melobi pihak manajemen maincont dan subcont, jadi hanya perwakilan dari Tubanan saja yang masuk ke manajemen sampai kemudian mengelolanya sendiri, sementara untuk desa yang lain hanya mendapatkan secara jatah “matang”, serta tidak adanya transparansi dalam pengelolaan dan penjualan hasil limbah scrap tersebut, yang mencakup jumlah tonase limbah scrap dari masing-masing maincont dan subcont dan jumlah nominal yang dihasilkan.

Memang pernah ada pembagian untuk kas lingkungan senilai Rp 450.00 kepada 43 Ketua RT dan 7 Ketua RW di Desa Tubanan pada bulan Maret 2020, serta pada bulan ini (Agustus 2020) ada tambahan lagi senilai Rp 1.400.000 kepada masing-masing Ketua RT (43 RT), tetapi itu belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah scrap yang sudah dikeluarkan sejak bulan Sepetember 2019 sampai sekarang. Itu baru sebatas persoalan scrap, belum lagi persoalan yang lain, karena ada banyak polemik yang multi kompleks di PLTU TJB, yang belum terekspos oleh media”, papar AW yang juga merupakan Ketua LSM.

Disinyalir tiga desa penyangga yang lain (Kaliaman, Kancilan dan Wedelan) tidak mendapatkan hasil pembagian seperti komitmen dalam pembentukan ” komite scrap” tersebut, yang dalam perjalananya dikuasai secara sepihak oleh oknum yang bernama KP alias W.

“Di Desa saya (Kaliaman) hanya mendapat Rp 300.000 per RT pada bulan Maret kemarin dari hasil penjualan limbah scrap dari unit 5&6 PLTU TJB” ucap R alias G warga Kaliaman disela pertemuan dengan PWOIN di RM Wong Ndeso tgl 18 -8-2020.

Pada saat sebelumnya pada hari kamis 13-8-2020, penelusuran media ke area PLTU. Hal senada juga dungkapkan warga yang berinisial PS yang juga anggota sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PS, mengatakan pengelolaan limbah scrap dikuasai sepihak oleh oknum KP tersebut. “Besi scrap dikuasai sepihak oleh oknum berinisial KP yang menerima surat keterangan dari perusahaan B&V No. BV-ON-GEN-0017 dia menerima surat keterangan sebagai wakil warga sekitar, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dia benar-benar mewakili warga dukuh sekuping atau pribadi, karena warga masyarakat di riing 1 PLTU TJB, juga tidak merasa sebagai warga yang diwakili oleh oknum KP tersebut,” katanya.

Pada tanggal 15-8-2020. media berusaha menemui KP untuk konfirmasi atau kelarifikasi, di rumahnya dukuh Sekuping RT 03, RW 07 desa Tubanan, kecamatan Kembang -Jepara. Tetapi KP tidak dirumah dan ketemu di rumah keluarganya yamg sedang meninggal dunia. KP tidak mau komentar tentang masalah ini, begitu juga ketika dihubungi lewat hp atau “WA”.

“Memang teramat susah mencari bukti dan informasi tentang scrap yang dikelola oleh KP yang merasa mewakili masyarakat, karena memang ada konspirasi berjamaah untuk saling menutupi dan melengkapi demi mengejar ambisi pribadi”, tandas AW.

Pewarta : Tim Pknews Jateng Puji S.
Sumber. : Liputan TKP
Ed)Ad. : Syaiful

admin

admin