Ratusan Warga Jepara Terjebak Investasi Bodong, Tergiur Untung Besar

Ratusan Warga Jepara Terjebak Investasi Bodong, Tergiur Untung Besar

palangkanews.co.id || Jepara, 14/9/2021 Kepolisian Resor (Polres) Jepara berhasil memeriksa 20 orang saksi atas kasus investasi bodong yang dialami oleh ratusan warga di Kabupaten Jepara. Berdasarkan jumpa pers di Mapolres Jepara, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi mengatakan, “polisi masih melakukan penyelidikan dan pemetaan korban terkait kasus dugaan investasi bodong tersebut”. Ujar Kasatreskrim Polres Jepara Jawa Tengah. Selasa (14/9/2021).

“Kami memetakan  orang di bawahnya si ini. Posisi Y (20) warga Kecamatan Mlonggo itu punya orang yang berkomunikasi langsung si A,B,C, D tapi ternyata yang banyak melaporkan itu di bawahnya si A,B,C, dan D itu di bawahnya yang melaporkan. Itu merata melaporkan ke polisi,” ucap Fachrur.

Yang di bawah-bawahnya kita mencari si A,B,C,D di bawah si Y karena yang tahu yang komunikasi mentransfer dan memberikan uang kas dan transfer itu orang di bawahnya dia (Y). Jadi misalnya di bawahnya lagi maka bisa tersangka si A,B,C,D di bawah dia (Y). Kita menyentuh ke Y agak kerepotan. Maka kita cari saksi A,B,C ini,” sambungnya. 

Seperti yang diwartakan sebelumnya, ratusan warga di Kabupaten Jepara diduga menjadi korban investasi bodong. 

Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan pelaku berinisial Y warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara yang menjanjikan keuntungan investasi kepada para korbannya.

Namun hingga jatuh tempo keuntungan uang itu tidak kunjung ada. 

Laporan korban investasi bodong yang masuk ke polisi pun bertambah dari empat menjadi delapan orang. 

Karena permasalahan yang dialami para pelapor sama, kata dia, pada saat penanganannya akan digabungkan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga masyarakat yang ikut investasi bodong di Jepara untuk bersabar.

Berdasarkan pelaporan sebelumnya, sebagian korban penipuan investasi bodong di Jepara ada yang mengalami kerugian hingga Rp. 100 juta. Serta ada yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Masih itu-itu aja. Korban juga melampirkan korban lain dan lampirannya sama,” pungkas Kasatreskrim.

Pewarta : Puji S

Redaksi

Redaksi