Raib Donasi Angela Bocah Imun Rendah Oleh Oknum Lazisnu Jepara

Raib Donasi Angela Bocah Imun Rendah Oleh Oknum Lazisnu Jepara

Palangkanews.co.id Jepara, 20/6/2021 penggalangan dana untuk bocah Natasha Angela Putri Wina (3) anak dari Nasirin dan Lilis Supriyanti, yang menderita penyakit kulit Chronic bullous disease of childhood (CBDC) alamat Rt.03/Rw.16 Dukuh Krasak, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (19/6/2021)

Penggalangan Donasi pertama untuk Natasha Angela Putri Wina Tidak Transparan dan Akuntabel.Penggalangan Donasi pertama sudah berakhir dengan hasil perolehan 195 juta sekian. Diserahkan keluarga bu Lilis sejumlah 49 juta dan 5 juta transfer via BRI a/n. Lilis Supriyanti dari BRI a/n. Moh. Mashum AH, (17/6/2021) dari 60 juta yang dijanjikan oleh oknum tersebut.

Penggalangan Donasi kedua tanpa izin keluarga ibu Lilis. Perolehan mencapai Rp. 311 juta sekian dari target Rp. 340 juta sekian. (28/5/2021).

Belakangan rame di media memberitakan tentang penggelapan dana donasi dari masyarakat, oleh oknum Lazisnu Jepara berinisial H. Sampai berita ini diturunkan, belum ada penyelesaian.

Pihak Lazisnu Jepara saat dimintai keterangan tentang kegiatannya menyampaikan “bahwa pihaknya sudah memprogram bantuan gizi, seraya “Meminta Maaf” karena belum memberi kabar tentang donasi kedua kepada pihak keluarga Angela dan selalu menyalahkan stafnya yang bernama H. Cs” kata Maksum Ketua Lazisnu Jepara.

KepMenSos No 01/HUK/1995 tentang Pengumpulan Sumbangan yang mengacu kepada UU No 9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang. Dikuatkan dengan  PP No 29 tahun 1980 dan KepMenSos No 56 Tahun 1996 tentang pelaksanaan pengumpulan sumbangan oleh masyarakat.

Peraturan Pemerintah tersebut, rupanya tidak menyurutkan niat oknum Lazisnu Jepara untuk menggelapkan uang donasi bocah Angela (3) yang alami penurunan imun tubuh,

Lsm Pelita yang selama ini menyoroti tentang masalah yang di alami keluarga bu Lilis mengatakan, “Penggelapan Donasi oleh oknum dan Penggalangan Donasi yang kedua oleh Lembaga Lazisnu tanpa izin pihak keluarga, sudah jelas memenuhi unsur tindak pidana. Karena semua sudah di atur di dalam UU. Apabila dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian, maka kami akan bawa ke ranah hukum” ujarnya.

Pewarta : (Puji S)

admin

admin