PT. Purwa Permai Barut, Kami Bayar Pada Negara, Tidak Ada Ganti Rugi

PT. Purwa Permai Barut, Kami Bayar Pada Negara, Tidak Ada Ganti Rugi

Palangkanews.co.id || Muara Teweh, Polemik Masyarakat kembali terjadi akibat tanah belukarnya tergarap di salah satu perusahaan yang bergerak di bagian Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Purwa Permai yang beroperasi di wilayah kekuasaan hukum desa Benangen 1 Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Perusahaan tidak mau mengganti kerusakan kerna membuat ladang dalam wilayah arealnya dianggap mencuri

Robenson salah seorang warga selaku pemilik bekas ladang atau belukar, Kepada tim awak media 18/5/2021, Menyampaikan kekecewaannya, “Yang sangat mengecewakan perusahaan sama sekali tidak miliki toleransi sedikitpun akibat menggarap bekas ladang kongsian saya dengan pak Saprudin Alias Pa Ucok, padahal Surat Keterangan Tanah (SKT) bahkan ijin pembukaan lahan serta surat kuasa dari Pa ucok juga sudah saya tunjukan untuk pengurusan dengan pihak perusahaan

“Sekalipun itu ladang kongsian saya dan pa Saprudin alias Ucok, Wajib juga dibuat surat kuasa terhadap saya yang mengurus urusanya, Jelas Robenson

“Ada ratusan potong kayu yang diambil dari lahan sekitar saya menduga penebangan di luar RKT, kerna pada sekitar lokasi tidak ditemukan adanya papan pemberitahuan batas RKT seperti biasanya, sedangkan pengambilan kayu itu di wilayah desa Benangen satu yang tepatnya di belakan Base Camp PT. Mitra Barito. Jelas Robenson

Di saksikan oleh tim awak media ini saat pengecekan lokasi antara warga dengan pihak perusahaan tempo hari sempat terjadi adu mulut sedikit memanas, karena pada garapan pembuatan jalan houling yang melintas pada belukar yang digarap tidak ditemukan tanam tumbuh atau pohon karet sebagaimana tanaman yang masih terlihat pada belukar yang masih utuh namun pemilik belukar tetap menunjukan pembuktian jelas ada beberapa bekas balokan tiang pondok dari kayu ulin yang tergarap oleh perusahaan, hal tersebut disaksikan dan dibenarkan semua karyawan yang hadir, mana bisa ada pohon karetnya kalau sudah bersih digarap jd jalan seperti ini, Tunjuk Robin kesal

Saat dilokasi Warno salah seorang Manager Lapangan menjelaskan bahwa masyarakat membuat ladang dalam areal ini hanya dengan cara curi-curian kerna ini dalam areal perusahaan yang tidak boleh sama sekali ada kegiatan masyarakat Karena perusahaan sudah bayar kepada negara.

“Tetapi oke lah, perusahaan masih punya toleransi dan hasil pengecekan serta bukti akan disampaikan ke pimpinan.” Ujar Warno

Setelah menunggu sekian hari tidak juga ada kejelasan toleransi ganti rugi, melalui tim media mengkompermasikan Asbulah selaku pimpinan manejemen perusahaan menyampaikan, “Sudah dua kali saya printahkan karyawan untuk cek lapangan, laporan mereka tidak ada satupun pohon karet yang tergarap kecuali hanya bekas pondok.” Ungkapnya

“Kalau masalah tanah yang digarap untuk jalan tidak ada hak dan kewenangan perusahaan untuk mengganti rugi kerna itu dalam areal dan perusahaan sudah bayar terhadap negara, benar adanya bekas pondok tetap kami tidak akan memberikan toleransi kerna namanya juga bekas pondok.

“Saya pastikan tidak ada toleransi bagi masyarakat yang membuat ladang dalam areal, kerna perusahaan sudah bayar kepada negara, dan saya pastikan bahwa penebangan itu sudah sesuai RKT tahun 2021,” Tutup Asbulah tegas

Pewarta : Red pknews
Sumber. : Tim media/ Rabenson

Redaksi Palangka News