PT.LUIS Pemilik Tambak Udang Audensi Ke DPRD Beberkan Fakta Kebenaran

PT.LUIS Pemilik Tambak Udang Audensi Ke DPRD Beberkan Fakta Kebenaran

Palangkanews.co.id | PT LUIS pemilik tambak udang di desa Selok Anyar dan Selok Awar-Awar, lakukan audensi dengan komisi A dan komisi C DPRD kabupaten Lumajang

Hal ini terkait kejadian yang viral di medsos, karena PT LUIS menyatakan pernyataan tersebut ada kesalahpahaman

Anda mungkin juga suka
Pemuda Desa di Banyuwangi Kreatif Buka Wisata Kuliner di Masa Pandemi
Legenda Macan Putih
Antusias Pengunjung Membludak, Wakil DPRD Banyuwangi Sarankan Tanahnya untuk Beli

Untuk Meluruskan kesalahpahaman yang terjadi pada masyarakat, mungkin kurang komunikasi dari jajaran direksi PT LUIS dengan masyarakat
Audensi berjalan lancar tanpa ada pihak-pihak yang menjadikan tidak kondusifnya audensi, PT LUIS diterima jajaran DPRD kabupaten Lumajang komisi A dan komisi C.

Audensi digelar di ruang sidang kantor DPRD, dipimpin oleh Anang Syaifudin selaku ketua dewan, H Ahmad, Bukasan dan Oktaviani ketiganya selaku wakil ketua. Agus Sulistiono selaku direktur operasional PT LUIS, dalam hal ini menjelaskan kronologis berdirinya PT LUIS di wilayah desa Selok Anyar dan Selok Awar-Awar dengan data dan bukti yang ada, Selasa (01/09/2020).

Agus Sulistiono selaku direktur operasional PT LUIS, saat dikonfirmasi awak media usai audensi menjelaskan, bahwa dirinya tanggal 14 Agustus lalu mengajukan audiensi kepada ketua DPRD Lumajang, Yang intinya untuk kulonuwun sama tabayun, klarifikasi dalam rangka meluruskan kejadian yang viral di medsos, PT.LUIS menganggap pernyataan di medsos tersebut hanya kesalahpahaman saja, yang mana kekurangan komunikasi dari pihak yang direksi PT LUIS kepada pemerintah atau masyarakat, yang timbul permasalahan yang seharusnya tidak terjadi, sehingga tadi di rapat komisi A dan C yang menyampaikan klarifikasi.

“Kami datang kemari bukan dalam rangka mencari pembelaan, kami hanya meluruskan masalah yang karena timbul dari kesalahpahaman. Jangan sampai yang terjadi di masyarakat yang sudah viral itu, membawa korban yang tidak tahu yang peduli, tidak terlibat dalam hal ini, karena ini adalah urusan perizinannya kepada pemerintah, tanah yang telah kami ajukan HGU BPN adalah tanah garapan milik warga, yang mana tanah tersebut adalah tanah negara yang bisa dimohon oleh siapa saja tapi yang berbadan hukum ”, jelas Agus.

Masih kata Agus, “Kalau warga masyarakat tidak berbadan hukum, tidak punya usaha, pasti tidak bisa.masyarakat dalam hal ini ya pengusaha yang punya badan hukum, punya usaha yang jelas. Untuk itu kami tadi sempat ditanyai oleh pimpinan komisi, apakah PT LUIS itu akan tetap mau memenjarakan pak bupati? Naudzubillamindalik tidak ada, apakah melaporkan bu Salim Kancil, malah salah, tidak ada sama sekali karena yang terjadi setelah viral di medsos itu dirugikan adalah komisaris kami saudara Suharsono Sujono. Namanya diblacklis oleh bank karena pendekatan menyerobot tanahnya Salim Kancil, itu saja ”, tambah Agus.

“Jadi yang dilaporkan pihak kami (PT LUIS) ke Polda itu siapa gerangan yang memviralkan. Jadi yang memviralkan itu yang kami laporkan. Itupun andaikata belakangan sudah ketahuan siapa yang memviralkan. Sudah tahu maksud dan pengertian ”, pungkas Agus.

Dilain sisi, Anang Syaifudin ketua DPRD kabupaten Lumajang saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa PT LUIS mengajukan audensi ke DPRD. “PT LUIS mengajukan audensi ke kita, dia melakukan tabayun terhadap kita soal tambak yang berada di Selok Anyar dan Selok Awar-Awar. Kita mendengarkan tabayun dan semua pemegang saham yang berhubungan dengan masalah ini, hari ini kita mintai untuk klarifikasi. Setelah ini juga petugas perizinan pemegang saham lain kita panggil, nanti juga dari pihak AMPLI juga akan kita temui. Komisi yang berhubungan dengan ini pasti kita perintahkan untuk terjun ke lapangan ”, ungkap Anang.

Pewarta. :Tim pknews lumajang
Sumber. : Lumajang
Ed/Ad. : Syaiful

admin

admin