PT. KSL Mendapat Perhatian DLH Bartim Kalteng

PT. KSL Mendapat Perhatian DLH Bartim Kalteng

Palangkanews.co.id |Menindaklanjuti terkait adanya informasi melalui pemberitaan pada hari minggu tanggal 17 Januari 2021 lalu yang menyebutkan bahwa PT Ketapang Subur Lestari (KSL) baru-baru ini ini telah melakukan kegiatan land clearing di bantaran sungai yang berada di wilayah Desa Janah Jari Kecamatan Awang pada akhir Desember 2020 dan awal Januari 2021 Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung kelapangan untuk melakukan pengecekan.

Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Bartim, Lurikto “Setelah mendapat informasi tersebut maka pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 saya langsung memerintahkan bidang pengendalian dan pencemaran lingkungan sebagai koordinator tim untuk turun ke lapangan”, ucapnya di Tamiang Layang, Selasa (19/01/2021).

Pengecekan tersebut kami lakukan karena ini sifatnya informasi, tidak ada laporan atau pengaduan, akan tetapi kalau berupa laporan atau pengaduan maka bidang yang menanganinya adalah bidang penataan hukum, lajutnya.

“Namun kemarin pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 saya perintahkan ke dua bidang tersebut untuk turun langsung ke lapangan dan sebagai koordinator teknisnya adalah Bidang Pengendalian , Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan”, jelasnya.

Kadis menambahkan, pengercekan Lapabgan kami lakukan karena kami tidak mau kecolongan terkait permasalahan lingkungan hidup yang ada di Bartim.

“Saya selaku kepala DLH udah menyatakan bawa DLH akan meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap permasalahan Lingkungan Hidup”, tambahnya.

Menurut Lurikto, tim yang turun ke lapangan didampingi oleh ketua RT di lingkungan tersebut karena kebetulan pada saat tim ke lapangan kepala Desa Janah Jari sedang tidak berada ditempat begitu juga dengan ketua BPD maka tim cuma didampingi oleh ketua RT 1, Ramadhan sementara ketua RT 3 tidak bisa ikut kerena sedang berkerja.

Karena saya meminta kepada tim yang turun supaya melibatkan aparat desa yang ada di wilayah tersebut karena merekalah yang tahu kondisi di daerah tersebut.

Pada saat turun ke lapangan tim bersama dengan ketua RT telah melakukan pemeriksaan dari ujung hilir sampai dengan ke ujung hulu sungai yang yang dimaksud, di dalam pemberitaan sebelumnya.

“Menurut hasil penelitian dan survei dari tim yang turun tersebut bawa sungai yang dimaksud tersebut adalah kerokan yang dibuat oleh perusahaan karena di situ lahannya rawa jadi di perlu dilakukan pengerukan oleh perusahaan.dan PT. KSL, tidak melakukan penggarapan di Sungai dan atau sempadan sungai pada saat cek timm DLH di lapangan”, sambungnya.

Tidak ada air sungai keruh akibat LC PT KSL. Dan tanaman tersebut bukan di sempadan sungai, meski demikian kami akan mengkaji dan mengolah data terkait hasil dari tim di lapangan kemaren

“Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang danya Kawasan Pemukiman (PUPRKP) supaya bisa menentukan bahwa itu merupakan sungai ataupun tidak, nanti kami akan berkoordinasi dengan bidang teknis dari dinas PUPRKP karena merekalah yang bisa menentukan itu benar sungai atau tidak berdasarkan aturan dan Spesifikasi yang bisa disebut sebagai sungai”, tutur Lurikto.

Jika dianggap perlu maka tim dari DLH akan bersama-sama turun ke lapangan bersama dengan tim dari dinas PUPRKP dalam bidang pengairan.

Dirinya juga berpesan, kalau masyarakat atau apartmen desa menemukan infomasi pencemaran lingkungan dari aktifitas perkebunan sawit maupun pertambangan, bisa melaporkan ke DLH Bartim dengan melampirkan bukti – bukti seperti foto atau video dokomentasi, pungkasnya.

Pewarta : Tim pknews Bartim Elsa
Sumber : Tim Ahmad Fahrizali/TN/Pknews.

admin

admin