PT.IUC Minta Maaf Pada Umat Agama Hindu Kaharingan, Ajak Musyawarah.

PT.IUC Minta Maaf Pada Umat Agama Hindu Kaharingan, Ajak Musyawarah.

Palangkanews.co.id – MUARA TEWEH – Konflik antara PT. IUC dengan sebagian masyarakat Desa Muara Mea tentang wilayah sakral yang di yakini Agama Hindu Kaharingan, Namun PT. IUC membantah Pihak PT Indexim Utama Corporation (IUC) melalui Wakil Ganeral Manager (GM), Ir H Supri Muyono menyatakan, bahwa pihaknya sejak awal sudah siap bermusyawarah dengan pihak warga masyarakat Desa Muara Mea, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, terkhusus pemeluk agama Hindu Kaharingan.

“Jadi kami telah beberapa kali mengutus saudara Awiandie Tanseng selaku Manager Camp untuk turun ke Desa Muara Mea, menyampaikan permohonan maaf kami kepada warga Desa Muara Mea yang beragama Hindu Kaharingan,” ucap Supri, Selasa 28 Juli 2020

Tujuannya hal itu adalah untuk menyatakan kesiapan pihaknya dalam bermusyawarah dan penuh kekeluargaan dengan pihak dari warga masyarakat setempat. PT Indexim Utama, kata Supri, tidak ada niat untuk menggarap ataupun menghancurkan wilayah yang dianggap warga pemeluk Hindu Kaharingan sakral.

Sebab pada lokasi tersebut sebelumnya juga sudah pernah diklaim pada tahun 2006, dan sudah dilakukan denda adat berupa ritual adat dengan areal yang sama, yang waktu itu masuk dalam wilayah kerja dari PT Sindo Lumber.

Redaksi Palangka News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *