PT. Andalan Finance Indonesia Tarik Paksa Unit Mobil, Abaikan UU Fidusia

PT. Andalan Finance Indonesia Tarik Paksa Unit Mobil, Abaikan UU Fidusia

Palangkanews.co.id || Jepara 18/7/2021 Perusahaan Leasing PT. Andalan Finance Indonesia Kantor Cabang Semarang II Jln Pamularsih 99 B-C diduga melakukan tindakan melawan Hukum dan mengabaikan Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal (6/1/2020). terkait UU Fidusia. Dengan tarik paksa unit mobil di jalan Wilayah Kudus Jawa Tengah. Sabtu (26/6/2021).

Dalam Putusan Makamah Konstitusi (MK) dijelaskan “Leasing/Kreditur) tidak boleh lagi melakukan eksekusi sendiri (parate eksekusi) terhadap barang  Aset/Jaminan Fidusia. Dilain pihak Konsumen pembiayaan (Lesse/Debitur) “dalam kondisi tertentu “menganggap” dapat mempertahankan barang yang dikuasainya dari tindakan eksekusi langsung oleh Kreditur.

Jika terjadi cedera janji atau wanprestasi,eksekusi jaminan fidusia tidak boleh dilakukan sendiri oleh penerima fidusia (kreditur), melainkan harus dengan mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri,“.

Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Putusan 18/PUU-XVII/2019, Pasal 15 ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UU Fidusia), dengan kutipan berikut :

(1). Sertifikat Jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

(2). Apabila debitor cidera janji, Penerima Fidusia mempunyai hak untuk menjual Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia atas kekuasaannya sendiri.

PT. Andalan Finance Indonesia diduga mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menarik paksa kendaraan Daihatsu Grand Max PU 1.5 STD warna abu – abu mitalik 2017 Nopol Z 8986 WQ Debitur atas nama Sukarno desa Bondo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara secara sepihak oleh Debt Collector.

Pihak kuasa Debitur Sukarno, (tidak mau disebutkan namanya) mengatakan, “kami telah mengajukan permohonan keringan ke pihak Perusahaan Leasing PT. Andalan Finance Indonesia secara tertulis pada 15 Juli 2021, sampai berita ini diturunka belum ada memberi jawaban” ujarnya

“kami sebagai pihak penerima kuasa dan beberapa awak media saat ini masih menunggu jawaban dari pihak PT. Andalan Finance Indonesia terkait permohonan keringanan. Apabila permohonan keringan tidak bisa teralisasi, maka kami akan mengajukan gugatan. Karena PT. Andalan Finance Indonesia telah melakukan tindak pidana perampasan unit mobil sesuai Kitab Undang Undang Hukum Pidana pasal 365 tentang Perampasan” tambahnya.

Informasi yang awak media dapat dari Sukarno (debitur) “saya sudah membayar selama 33 kali angsuran. Dengan adanya wabah Pandemi Covid-19 pekerjaan sulit dengan menurunnya ekonomi ada keterlambatan 5 bulan, sebelumnya lancar tidak ada kendala” kata sukarno.

Dengan keterlambatan angsuran 5 bulan kedaraan diambil-alih secara sepihak oleh perusahaan leasing PT. Andalan Finase Indonsia tanpa melalui prosedur hukum perundang-undangan.

“Perusahaan tersebut juga melibatkan jasa penagih Debt Collector dengan cara menjebak transaksi jual beli mebel. Setelah sampai di tujuan di hadang 6 orang Debt Collector kendaraan diminta paksa di jalan disuruh menanda tangani Berita Acara Penarikan Kendaraan, Nomor 121 RAL/2106002920 pada sabtu, 26 Juni 2021 di Wilayah Hukum Kudus” pungkas sukarno.

Pewarta : Puji S

Redaksi Palangka News