Proses Belajar Mengajar SMAN 2 Palangka Raya,  Tekun Intrakurikuler

Proses Belajar Mengajar SMAN 2 Palangka Raya,  Tekun Intrakurikuler

palangkanews co.id # Pendidikan – Dunia pendidikan Kalteng semakin meningkat dengan adanya kurikulum yang di ditetapkan oleh lembaga pendidikan sesuai jenjang , hal ini terlihat pada sekolah SMN 2 Palangka Raya .

Kepala SMA Negeri 2 Palangka Raya,  I Wayan Sarman, M.Pd, mengatakan ada 4 (empat) kegiatan sekolah yang dikuti siswa dan siswi SMA Negeri 2 Palangka Raya yang terfokus pada budaya sekolah, intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler, saat ditemui media di ruang kepala sekolah SMA Negeri 2 Palangka Raya, Selasa (19/09/2023).

I Wayan Sarman, M.Pd mengatakan tentang kegiatan sehari-hari untuk kelas X, XI dan XII termasuk ekstrakurikuler secara administrasi ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, evaluasi beberapa pelaksanaan kegiatan khususnya terfokus ada 4 (empat) yaitu  budaya sekolah, intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

“ia mengungkapkan untuk mendukung dalam 4 (empat) kegiatan itu yang pertama dari yang paling penting sekarang adalah bagaimana mewujudkan budaya sekolah di lingkungan sekolah yang kita sudah tetapkan budaya sekolah di SMA Negeri 2 Palangka Raya ini mulai dari senyum salam, sapa sopan santun dan disiplin,” ungkap I Wayan.

Untuk yang masih berat itu adalah terkait dengan disiplin, disiplin terutama di dalam penanganan sampah ini yang menjadi gencar kita lakukan khususnya sampah karena jumlah anak-anak kita ini berjumlah 1560 siswa dan siswi, tempat sampah sudah ada tetapi ketika jam menunjukan pukul 11.00 Wib sampah sudah penuh lagi.

“Jadi kami menyampaikan untuk mengoptimalkan sampah yang ada kita mengharapkan dan memberitahukan agar anak-anak kita membawa tempat makanan tempat kotak bekalnya tapi walaupun kotak bekal sudah ada dan dengan di kantin juga sudah menyediakannya banyak plastik dan seterusnya tetap untuk masalah sampah ini menjadi PR kita,”

” SMA Negeri 2 Palangka Raya sudah menerapkan kurikulum merdeka yang sudah diterapkan di kelas X sehingga di pembelajaran intrakurikulernya itu tidak fokus kepada pencapaian kompetensi dan juga pencapaian dari keterampilan anak-anak itu yang wajib harus dikuasai tentu itu melalui panduan guru-guru setelah itu pembelajaran intrakurikuler ada juga pembelajaran yang dilaksanakan dengan jumlah jamnya itu kurang lebih sepertiga dari pembelajaran intrakurikuler kurang lebih ada 486 JP di dalam 1 tahun,”

Selanjutnya,  ” itu yang harus dilaksanakan melalui kegiatan yang namanya project penguatan profil pelajar Pancasila atau yang kita biasa singkat itu P5 di dalam P5 ini kita tentu sekolah itu kembali memperkuat yang namanya budaya sekolah penguatan profil pelajar Pancasila di Pancasila itu kita mengenal ada lima sila tapi kalau di profil pelajar Pancasila itu kita ada mengenal yang namanya enam dimensi profil belajar Pancasila itu seluruh Indonesia sudah menerapkan ini tentunya mulai yang pertama beriman bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia nah ini yang paling penting jadi sejalan dengan budaya sekolah yang mau kita kembangkan di sekolah, yang kedua itu ada berkebhinekaan global bagaimana dia menghargai budaya dan seterusnya bertanggung jawab,”

” kemudian adalah bergotong-royong, bergotong royong atau berkolaborasi ini yang menjadi dimensi yang ketiga kemudian ada kreatif penalaran kritis sampai ujungnya dia mandiri intrakurkuler (karakter) ini yang namanya kegiatan itu bukan mengacu kepada pembelajaran intrakurikuler tetapi di P5 yang saya katakan tadi 486 itu dari tema-tema yang sudah disiapkan kita memilih tema itu gaya hidup berkelanjutan kebetulan sinkron dengan pengelolaan sampah disini, kita ajak anak-anak kita untuk dia supaya kompetensinya meningkat keterampilannya juga meningkat bagaimana mengelola sampah ini mungkin yang paling banyak mempunyai kegiatan ekstrakurikuler kita ada punya 46 kegiatan ekstrakurikuler yang tentu dari 46 itu ada yang bagian akademik, akademik itu sekitar 17 dan sisanya itu 29,” katanya.

Dari non akademik I Wayan Sarman, M.Pd menyampaikan di akademik itu misalnya ada olimpiade, karya tulis dan seterusnya kalau di non akademik itu fokus kepada bakat dan minat anak-anak khususnya di dalam vokal solo, paskibraka .

” Kemarin di bulan Agustus dan di awal September itu anak kita di kadang-kadang membawa baki saat menjadi paskibraka nasional tapi akhirnya dia hanya di posisi penurunan bendera di cadangan dan yang terakhir itu kita memperoleh medali kebetulan ada siswa kita kemarin di vokal musik dari ekstrakurikuler musik dan vokal serta musik itu kita dapat medali emas di olimpiade tingkat nasional,” tandasnya.

Pewarta.  : Titin

Sumber.   :  hasil wawancara Kepsek SMN 2 Palangka Raya.

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News