Perumda Aneka Usaha Jepara Satu-Satunya BUMD Yang Tidak Mendapat Penyertaan Modal

Perumda Aneka Usaha Jepara Satu-Satunya BUMD Yang Tidak Mendapat Penyertaan Modal

Palangkanews.co.id | Jepara, 12/3/2021 Perumda Aneka Usaha Jepara menjadi satu-satunya BUMD di Jepara yang tidak mendapat suntikan modal dari APBD tahun anggaran 2022. Ini terjadi setelah disahkannya Perda Penyertaan Modal Daerah oleh DPRD Kabupaten Jepara dalam rapat paripurna pada hari Rabu (10/03/2021). 

DPRD Jepara menyetujui pemberian tambahan modal kepada Bank Jateng Rp 5 Miliar, Bank Jepara Artha Rp 3 M, BKK 2 M,  PDAM 1,4 M. 

Perumda Aneka Usaha tidak diberikan penyertaan modal karena dinilai keuangannya tidak sehat. Selain itu, Nur Kholis sebagai Direktur Utama Perumda Aneka Usaha tidak bisa menyampaikan data-data mengenai kondisi perusahaan, rencana usaha, laporan keuangan, dan beberapa hal lainnya sebagai bagian dari pertimbangan DPRD Jepara untuk menyetujui penyertaan modal. 

Direktur Umum Perumda Jepara, Andi Rokhmat saat ditemui awak media kami, mengatakan pihaknya menghormati keputusan DPRD Jepara. 

Menurutnya, tambahan modal akan sangat berguna bagi Perumda untuk mengeksekusi business plan yang direncanakan. Namun demikian, tanpa diberi suntikan modalpun Perumda Aneka Usaha Jepara tetap dapat berjalan baik karena unit bisnis yang ada sudah ditata lebih baik. Unit bisnis yang tidak sehat ditutup, misalnya bengkel, cucian dan resto.

“Pada saat saya ditugasi oleh KPM untuk merangkap jabatan Direktur Utama, Kami merumuskan action plan yang rasional berdasarkan kajian bisnis serta membuat dasar tata kelola fabagy yang lebih baik daripada dulu. Direksi sekarang dan yang akan datang tinggal meneruskan saja,” ungkap Andi Rokhmat.

Sebagaimana diketahui, ada perubahan mendasar pada tata kelola fly ash, bottom ash dan gypsum PLN TJB mulai Juni 2020. Kopjati bekerjasama dengan Perumda merumuskan dan melaksanakan tata kelola fabagy dengan lebih adil. Mulai Juni skema kerjasama saling menguntungkan dan mengontrol satu sama lain. Pendapatan fly ash digunakan untuk mengeluarkan bottom ash 500 ton tiap bulan. Sisa pendapatan dibagi dua setelah dikurangi biaya pemeliharaan dan perbaikan jalan sekitar PLN TJB. Adapun pendapatan dari gypsum digunakan untuk operasional pengeluaran faba.

“Kemarin terbit PP No. 22 Tahun 2021 yang isinya mengeluarkan faba dari jenis limbah B3. Kami sangat antusias atas PP tersebut karena ke depan pemanfaatan faba bisa meningkat.

Perusahaan-perusahaan batching plant bisa memanfaatkan faba secara maksimal tanpa terkungkung pada perizinan pemanfaatan yang sangat kaku”, ujar Andi.

“Selain itu, untuk sistem penjualan alat tulis kantor (ATK) sudah kami buatkan aplikasi SIPLAH. Tinggal tim marketing bergerak ekstra keras ke sekolahan-sekolahan. Saat ini Perumda juga memiliki unit binis air minum rojoku dan kopi rojoku yang perkembangannya baik. Tinggal gas saja” tambah Andi Rokhmat atau yang akrab disapa Andy Andong.

Tidak itu saja, Perumda Jepara juga mempunyai unit usaha di sektor agribisnis. Total lahan yang dikelola seluas 98,2 hektar. Dengan rincian disewakan pada masyarakat seluas 14 ha, sirkuit motor cross 7,5 ha, area Kelapa Park 1 ha, dikelola sendiri seluas 75,32 ha, dan untuk kantor seluas 2 ha.

“Pendapatan dari sektor Agribisnis jeblok karena harga ketela ambruk akibat pandemi Covid-19. Begitu juga pendapatan dari bidang-bidang usaha lainnya. Adanya WFH dan PKM mengakibatkan penurunan pendapatan sekitar 60 persen. Tidak hanya Perumda, perusahaan dimanapun terkena dampak Covid-19”, jelas Andi.

Menurut Andy Andong, kondisi Perumda Aneka Usaha jauh lebih baik daripada tahun 2019 ketika ditinggal Direktur Utama Rifqy Roosdhani pada 22 Juli 2019. Pada triwulan III saat itu, posisi keuangan Perumda Aneka Usaha minus 1,2 Milyar. 

“Ketika ditinggal Pak Rifqy kami masih minus 1,2 Milyar, namun dengan kerja keras kami berhasil keluar dari minus, bahkan sudah dapat memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah (PAD) meskipun kecil. RKAP 2020 kami targetkan bisa setor PAD 1 Milyar dengan berpijak pada unit usaha baru yang telah dilakukan penataan lebih baik dan pengelolaan fabag sendiri agar pada saat pembahasan penyertaan modal, kami layak untuk diberi. Sayang terkena pandemi Covid-19, sehingga langkah kami tidak fit 100 persen” pungkas Andy Andong. 

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News