Perayaan HUT Desa Gunung Sugih Besar Kec. Sekampung Udik Yang Ke 1 (Pertama) Pada Usia 141 Tahun

Perayaan HUT Desa Gunung Sugih Besar Kec. Sekampung Udik Yang Ke 1 (Pertama) Pada Usia 141 Tahun

Palangkanews.co.id | Sekampung Udik (Gunung Sugih Besar) – Perayaan HUT Desa Gunung Sugih Besar yang pertama kali digelar bertepatan pada usianya yang ke 141 Tahun, perhitungan ini diambil dari sejak diakui nya keberadaan Desa Gunung Sugih Besar oleh Penjajah jaman Belanda pada masa itu. (5/9)

Penetapan HUT Desa pada kalender Nasional jatuh pada tanggal 05 September. Penetapan ini sudah melalui proses yang cukup panjang, musyawarah Desa dan para Penyimbang adat (tua-tua kampung) dilakukan beberapa kali pertemuan. Alhasil akhirnya disepakatipah pada tanggal 05 September, dan perhitungan usianya selain sejak diakui Bangsa Belanda waktu itu, acuan nya adalah pertama kalinya ada kepala suku/kepala kampung.
Hadir dalam acara tersebut Bapak Bupati Lampung Timur beserta Rombongan, Camat Sekampung Udik dan sekretarisnya, Kepala Desa Sekecamatan Sekampung Udik, Kapolsek Sekampung Udik, Danramil Jabung, para penyimbang adat dari Sekampung Limo Migo, Tokoh Agama, Masyarakat dan pemuda-pemudi Karang Taruna Tunas Muda Mandiri ( KTTMM) Desa Gunung Sugih Besar.

Sejarah Singkat Desa Gunung Sugih Besar, Sebelum Desa Gunung Sugih Besar berdiri, pada saat itu masih pada jaman Keratuan, Kemudian para Tetua-tetua adat terdahulu berinisiatif untuk membuka lahan, Melalui tua-tua kampung dan para penyimbang adat terdahulu maka mereka membuka kawasan Hutan Adat tersebut sebelum Tahun 1879.Dan sebelum Tahun 1879 resmi menjadi Kampung Definitif yang diberi nama Kampung Ketanggai Nyapah dalam artian nya adalah karena keberadaan Kampung tersebut di pinggir sungai dan Sudah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Belanda pada Jamannya, pada saat itu masyarakat nya masih menganut agama Hindu dan Budha.Setelah masuknya Agama Islam maka Kampung tersebut menjadi Ketanggai Bidang Langgang.
Barulah setelah Tahun 1879 Kampung tersebut mejadi nama Kampung Gunung Sugih Besar yang dikenal sampai saat ini.

Dan Kampung Gunung Sugih Besar pada waktu dipimpin oleh seorang Kepala Kampung/Kepala Suku, namun baru setelah Tahun 1980 Desa Gunung Sugih Besar dipimpin oleh seorang Kepala Desa.
Desa Gunung Sugih Besar menjadi salah satu desa Tertua di Kecamatan, tepatnya Kecamatan Sekampung Udik, dan juga banyak dibangun desa-desa tetangga yang merupakan program pemerintah yaitu Transmigrasi, Desa Gunung Sugih Besar Juga menjadi Pusat Pendidikan dan Budaya Daerah baik dari tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK.

Saat ini Desa Gunung Sugih Besar hanya mempunyai luas wilayah ± 2.390 Ha, Desa Gsb ini berbatasan dengan Sebelah utara dengan Desa Pugung Raharjo,sebelah Timur dengan Desa Bauh Gunung Sari, Selatan dengan Desa Gunung Raya, dan Barat berbatasan dengan desa Gunung Agung.

Desa yang masih memegang teguh budaya adat di tengah modernisasi Dunia. Desa ini dikelilingi oleh makam-makam tua yang konon merupakan tokoh pendiri dari Desa tersebut (Keramat), dan banyak pula makam-makam para Syeh/ulama yang membawa ajaran Islam pertama kali masuk Desa Gunung Sugih Besar (GSB).

Masyarakat Desa GSB meyakini bahwa selama mereka menjaga Keramat yang ada disekiling Desa GSB ini, maka Desanya akan aman, tentram, makmur dan terhindar dari segala penyakit yang mematikan seperti Virus Desease Covid 19.

Kedatangan Bang Ipul ke acara perayaan HUT Desa GSB ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Berbagai acara kesenian budaya digelar pada acara
malam itu mulai dari penyambutan kedatangan Bang Ipul diiringi oleh pasangan muli-meghanai dengan baju adat pengantin.

Selain itu dalam mengantarkan bang Ipul ke Lokasi (Balaidesa) beliau juga diiringi oleh arak-arakan budaya setempat. Acara pun berjalan lancar sampai ke ucapan doa kemudian pemotongan Tumpeng oleh Bang Zaiful Bukhari beserta tamu undangan lainya.

Pentas seni pun ditampilkan dalam acara tersebut berupa tari-taria yang dipersembahkan oleh pemuda Jarang Taruna Tunas Muda Manduri (KTTMM), ada juga tarian pengantin oleh ibu-ibu dan Bapak-bapak yang langsung diirungi oleh tabuh Talo (Gamelan).

Kemeriahan acara HUT Desa ini meninggalkan kesan tersendiri dihati masyarakat Gunung Sugih Besar, harapan kedepanya acara seperti ini busa diadakan lagi setiap tahunya guna mempererat Tali Silaturrahim dan meningkatkan kekompakan serta pelestarian adat budaya.

Pewarta : Aj Team Pknews Lampung
Sumber. : Liputan langsung
Ed/Ad. : Syaiful

admin

admin