Pengungkapan Ilegal Mining Oleh Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah

Pengungkapan Ilegal Mining Oleh Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah

Palangkanews.co.id | Kalimantan Tengah dengan hamparan yang luas sehingga banyak kegiatan masyarakat yang harus dipantau oleh pihak yang wajib maupun dari berbagai lembaga lembaga perduli lingkungan hidup.
Kerusakan lingkungan hidup ini membawa dampak dari kesehatan masyarakat karena limbah air raksa yang membahayakan manusia.

Pihak Kepolisian Daerah Kalteng melalui Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah menggelar Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Ilegal Mining di belakang halaman parkir Mapolda Kalteng Jalan Tjilik Riwut km 1,Kec Jekan Raya,Kota Palangka Raya, Kalteng. Rabu (17/02/2021) 09:00 WIB.



Kegiatan Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Ilegal Mining di Pimpin Langsung oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah AKBP Sajarod dan didampingi oleh Kasubid Penmas Humas Polda Kalteng AKBP Murianto.

Penjelasan dalam pertemuan jumpa pers tersebut, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo, M.Hum.,M.Si.,MM., Menyampaikan melalui Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah AKBP Sajarod menerangkan bahwa Pengungkapan Tindak Pidana Ilegal Mining yang terjadi di Desa Balai Banjang, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas merupakan bentuk komitmen Polda Kalteng untuk menjaga Kelestarian Alam dan Ekosistem yang ada. serta dengan masifnya mensosialisasikan Dampak dari Ilegal Mining kepada seluruh masyarakat,” katanya.

“Menindaklanjuti informasi dari masyarakat pihak Kepolisian Polda Kalimantan Tengah melalui Ditreskrimsus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memang benar bahwa ada terjadi kegiatan Penambangan Ilegal Mining yang dilakukan tiga tersangka, RT, EB, SR bersama barang bukti berupa dua buah excavator, tiga unit mesin diesel, tiga buah mesin kato, satu buah pipa spiral, dan uang tunai 20 juta rupiah,” bebernya.

Tambahnya, untuk Tersangka RT sendiri yang bersangkutan adalah sebagai Pengelola pertambangan Emas Ilegal dan memperkerjakan sebanyak 20 orang penambang di atas lahan seluas dua hektar serta menyewa alat berat jenis Excavator dua unit merk Kobelco untuk menggali tanah yang berpotensi emas,” jelas Perwira melati dua tersebut.


Lanjutnya, Untuk ke tiga tersangka, di jerat dengan pasal 158 JO pasal undang-undang nomor 3 tahun tentang perubahan undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,”yang mana setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun penjara, dan dengan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000.00 ( seratus milyar rupiah).

Jajaran Ditreskrimsus juga berhasil mengamankan satu buah senjata api jenis rakitan, satu selongsong peluru serta dua peluru dari salah satu tersangka RE dan untuk proses selanjutnya Pihaknya akan berkordinasi dengan Ditkrimum Polda Kalteng,” Tutupnya.

Pewarta. : Boy pknews Kalteng.
Sumber. : Humpoldakalteng dan liputan pknews Lambung.

Redaksi Palangka News