PENGUASA JEPARA PEMILIK PT.BMT TRANSPORTER DAN PT.BMS DEMAK PENGELOLA LIMBAH B3 PLTU TJB JEPARA

PENGUASA JEPARA PEMILIK PT.BMT TRANSPORTER DAN PT.BMS DEMAK PENGELOLA LIMBAH B3 PLTU TJB JEPARA

Palangkanews co.id | Jepara – Sabtu 5/9/2020, Temuan Dokumen oleh awak media kami, membaca kesamaan nama yang sama di 2 perusahaan berbeda namun dengan kedudukan yang sama (direktur), antara PT. Banteng Muda Transporter (BMT) sebagai transporter angkutan khusus dan PT. Bintoro Madani Sejahtera (BMS) Pabrik dengan ijin tata kelola limbah B3 yang berasal dari PLTU TJB Jepara.

Dokumen tersebut ditemukan adanya nama Direktur IL sebagai penanggung jawab di kedua perusahaan tersebut.
Sementara sesuai etika dan norma, mengapa perusahaan pengelolaan limbah yang notabene berasal dari wilayah Kabupaten Jepara yaitu PLTU TJB, limbah nya malah di manfaatkan oleh perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Demak, bukan beroperasi di wilayah 4 Desa Penyangga PLTU yaitu Desa Tubanan, Desa Wedelan, Desa Kancilan dan Desa Kaliaman, kalau Penguasa Jepara Bijaksana, tentunya Pabrik bisa didirikan di wilayahnya, agar ada tenaga kerja lokal yang terserap dan menjadi salah satu PAD di Kabupaten Jepara.

PT. BMT adalah perusahaan yang berdomisili di Desa Srobyong, Kec. Mlonggo, Kabupaten Jepara, sedangkan PT. BMS berada di Desa Bakung RT.03/RW.03, Kec. Mijen, Kabupaten Demak.

Kedua perusahaan yang mempunyai sektor usaha jasa pengangkutan khusus dan pabrik pemanfaatan Limbah B3, kedua unit usaha tersebut mempunyai korelasi sebagai unit usaha penguasa Jepara. Karena Direktur kedua perusahaan tersebut di pimpin oleh IL sebagai penanggung jawabnya.

Dalam dokumen PT. BMT yang kami temukan komposisi direksi adalah IL sebagai Direktur dan 2 nama keluarga Penguasa Jepara sebagai Komisaris.

Sementara PT. BMS berdasarkan Surat Kepala KLH Kabupaten Demak No.660.1/04/X/UKPL/2015 Tanggal 22 Oktober 2015 Perihal : Pengesahan UKL-UPL, di nyatakan sebagai Pabrik yang memproduksi limbah FABAG.

Berdasarkan penelusuran di Pabrik PT. BMS ternyata banyak sekali penyimpangan dalam hal tata laksana kelola Limbah FABAG yang juga masuk Limbah B3 kategori 2, berdasarkan wawancara dengan narasumber kami di wilayah desa berinisial S salah satu ketua RT “saya melihat ketidaklengkapan baik dari sektor tenaga kerja, lokasi penampungan dan juga peralatan,” Katanya.

Di pabrik juga tidak di temukan simbol2 limbah B3 dan karakteristiknya dari masing2 jenis limbah yang di kelola baik Fly Ash,Bottom Ash atau Gypsum.

Kami kembali mengecek di dalam Pabrik, fasilitas peralatan yang di gunakan dalam pemanfaatan limbah B3 banyak tidak tersedia di pabrik, baik alat P3K, Bag, Simbol dan Papan Nama perusahaan yang sudah tidak layak, ini terindikasi bahwa Kantor LH Demak, tidak melaksanakan tugasnya dalam memonitor kegiatan pabrik tersebut dalam hal pelaksanaan perlindungan lingkungan hidup di wilayah kerjanya.

Salah satu kewajiban Bupati adalah Menjaga etika dan norma yang berlaku dalam pelaksanaan Urusan pemerintahan yang jadi kewenangannya.
Upaya dari Pemda Jepara untuk menaikkan PAD nya adalah dengan investasi di daerahnya, namun mengapa justru penguasa jepara, malah berinvestasi di luar kabupatennya dalam hal pemanfaatan limbah, semestinya Pabrik pemanfaatan limbah B3, bisa di dirikan di 4 desa penyangga PLTU, agar limbah yang di hasilkan PLTU TJB Jepara yang di manfaatkan oleh PT. BMS yang notabene ada kaitannya dengan penguasa Jepara, bisa memberikan asas manfaat buat warga masyarakat di wilayah Jepara, bukan malah memberikan PAD nya ke Kabupaten tetangga. Etika dan Norma penguasa jepara, perlu kita pertanyakan.

Pewarta.:. Tim Pknews Jateng Puji S.
Sumber : TIM JEPARA Investigasi .
Ed/Ad. : Syaiful

admin

admin