Pencinta Norkoba Jenis Sabu 478 Gram Gagal Di Nikmati, Ini Beritanya!.

Pencinta Norkoba Jenis Sabu 478 Gram Gagal Di Nikmati, Ini Beritanya!.

Palangkanews.co.id || Ditengah pandemi covid-19 pihak Badan Narkoba Nasional Provinsi Kalimantan Tengah gencar gencar nya memerangi Penjahat Norkatika. Telah terjadi pencinta Shabu berupaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 478 gram dari Banjarmasin Kalimantan Selatan menuju Palangka Raya berhasil digagalkan petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Kalimantan Tengah.

Barang haram yang berasal dari Aceh tersebut kemudian dibawa melalui Medan terus ke Jakarta hingga mendarat di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Barang tersebut disimpan di dalam sendal sehingga pelaku bisa lolos dari pemeriksaan pihak bandara.



Namun nasib sial setelah mendapat informasi A1, beberapa petugas BNNP Kalimantan Tengah yang melakukan pencegatan di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 10 Anjir Sarapat Barat, Kabupaten Kapuas, berhasil mengamankan jaringan peredaran narkoba yang hendak masuk kota Palangka Raya Kalimantan Tengah

Petugas saat itu juga mengamankan 3 orang tersangka, masing-masing dengan inisial MM (27) yang berperan sebagai kurir sabu, ARS (41) sebagai penerima sabu dan AL (48) seorang narapidana pengendali narkoba tersebut.

Dalam konfrensi pers, Jum’at (23/7), Agustiyanto, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kalimantan Tengah menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan, dari tangan ketiga pelaku, petugas BNNP Kalimantan Tengah berhasil menyita 478 gram sabu yang terbagi dalam 2 paket besar yang dimasukkan ke dalam sendal yang kemudian dijahit kembali oleh pelakunya. Ditambahkan Agustiyanto, sebelumnya pihaknya bersama petugas Bea dan Cukai juga berhasil mengamankan 1 bal ganja seberat 240 gram yang dipasok dari kota Sukabumi-Jawa Barat dan dikirim ke kota Sampit-Kabupaten Kotawaringin Timur melalui jasa pengiriman barang.

Ini kata BNNP provinsi Kalimantan tengah yaitu berhasil menggagalkan pengiriman narkoba sebagai berikut yang pertama yaitu yaitu 5,5 gram tembakau gorila, sama dengan sebelumnya yaitu karena synthetic cannabinoid sekitar tanggal 3 Maret 2021.

“Kemudian yang kedua tadi sudah disampaikan juga oleh pak Agus Riyanto yaitu daun ganja yang kali ini agak berbeda ya yaitu seberat 242,3 gram daun ganja yaitu sekitar tgl 27 Juni lalu tentunya tidak lepas dari peran tim cyber rolling dari kantor pusat bea dan cukai juga dari kantor kantor bea cukai lainnya,” tutur Agus.

Atas perbuatan nya Para pelaku kini terancam Undang-Undang Narkotika dengan hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Pewarta. : Hadiboy
Sumber. : Liputan Pknews.

admin

admin