Pemkab Kobar Perhatikan Masyarakat Pangkut, Jangan Diam, Ini Permasalahannya.

Pemkab Kobar Perhatikan Masyarakat Pangkut, Jangan Diam, Ini Permasalahannya.

Palangkanews.co.id || Pangkalan Bun – Permasalahan yang berkepanjangan yang terjadi di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum menemui titik terang, sehingga sampai saat ini masyarakat setempat meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk menyelesaikannya.

Hal ini untuk mencari penyelesaian masalah antara masyarakat Dayak Pangkut dengan PT SINP – PBNA, anak grup dari PT Astra Argo Lestari (AAL). Pada kesempatan ini, tokoh masyarakat Pangkut dan tokoh adat Pangkut, Darsani menuturkan, perkebunan sawit sebenarnya ini sudah melanggar dari tata ruangan desa yang telah dikerjakan oleh perusahaan.

“Perkebunan sebenarnya ini sudah melanggar dari tata ruangan desa yang telah dikerjakan oleh perusahaan. Jadi inilah sungai, sungai ini kan ini kan Pangkut nih, Sungai Jampau Mohontas ini kan diukur dari sana dari tempat rumah kita sampai kesini kurang lebih 2 kilo. Disinilah kami ingin pertanyakan kepada pemerintah ataupun kepada perusahaan yang ada, apakah wajar atau tidak?,” Tutur Darsani.

Sementara itu menurut Sani, pihaknya sangat kasihan dengan keadaan warga masyarakatnya, karena merasa untuk perkebunan tidak ada, yang dijanjikan ada plasma atau apa, tetapi namun kalau kita berbicara tentang plasma, dimana tempatnya plasmanya masyarakat, dimana tempatnya mata pencaharian masyarakat. contohnya sungai yang tadinya tempat mancing, tempatnya 100 meter ya dari sungai mungkin tidak sampai nih.

Dilain sisi, koordinator masyarakat Kelurahan Pangkut, Ahmad Naini meminta kepada pemerintah memberikan suatu keadilan sesuai dengan undang-undang, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

“Kami meminta kepada pemerintah memberikan suatu keadilan sesuai dengan undang-undang, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana kami masyarakat Pangkut tidak merasakan keadilan dari perkebunan kelapa sawit untuk kesejahteraan masyarakat,” pinta Ahmad Naini.

Sambungnya, wilayah pemukiman seharusnya untuk pengembangan Kelurahan Pangkut dimana dimasukkan ke dalam hak guna usaha bagi perusahaan. Jadi pihaknya meminta dan berharap pemerintah tegas untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Pangkut, dimana selama ini masyarakat Pangkut betul-betul merasa sedih dan miris, masyarakat menjadi kelaparan di tanahnya sendiri.

Jadi kami masyarakat Pangkut sebagai penonton dan budak perusahaan di benua sendiri tertindas setelah adanya perusahaan yang mencari keuntungan ditanah wilayah Pangkut.tutupnya.

Pewarta. : Sahrudin pknews Kobar
Sumber. : Masyarakat Pangkur/ tim Kobar News/ tim pknews.

Redaksi Palangka News