PDIP Makin Memanas. Megawati Suruh Kader Keluar. Jika Ogah Jadi Petugas Partai

PDIP Makin Memanas. Megawati Suruh Kader Keluar. Jika Ogah Jadi Petugas Partai

Palangkanews.co.id | Jakarta, 1/6/2021 Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melontarkan pernyataan cukup tajam yang ditujukan kepada para kadernya. Dia meminta kader yang ‘Ogah’ menjadi petugas partai atau enggan menjalankan tugas partai untuk mundur.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno membeberkan analisi politiknya terkait pernyataan pimpinan PDIP itu. Adi menilai Megawati bermaksud mengimbau seluruh kader PDIP, tidak terkecuali untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).



Himbauan itu secara umum kepada kader-kader PDIP siapapun dia, baik Gubernur, Bupati, Wali Kota bahkan Presiden itu tidak boleh merasa lebih besar dari partai. Karena mereka bisa seperti itu, bisa menjabat Anggota Dewan, Presiden, Gubernur, Wali Kota, Bupati ya karena PDIP,” kata Adi, Senin (31/5/2021).

Adi menyebut imbauan itu sangat penting disampaikan demi menertibkan para kader PDIP. Di samping itu, agar para kader PDIP tidak merasa lebih besar dari partai.

“Imbauan yang cukup bagus untuk menertibkan kader-kader PDIP yang dinilai genit dan merasa lebih besar dari partai,” sambungnya.

Apakah imbauan Megawati Soekarnoputri dikhususkan untuk menyindir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo? Menurut Adi, PDIP tidak akan segan memecat siapa saja kader yang membelot dan tidak disiplin sekalipun memiliki elektabilitas yang bagus.

“Ini yang saya bilang, memang dibandingkan dengan partai-partai lain, PDIP memang agak sedikit berbeda. Bahkan PDIP ini tidak segan memecat dan memberhentikan kader yang dinilai membelok, tidak bisa diatur, indisipliner sekalipun kadernya itu memiliki elektabilitas, popularitas dan tokoh penting di negara ini,” papar Adi.

Adi melihat imbauan yang dilontarkan Megawati tidak hanya ditujukan kepada Ganjar, melainkan juga seluruh kader PDIP. Dia kembali menekankan imbauan itu berguna untuk menertibkan seluruh kader PDIP agar tidak merasa lebih besar dari partai.

“Makanya, kalau dibaca konteksnya ini peringatan kepada Ganjar dan calon-calon Ganjar yang lain. Bahwa siapapun Anda (kader PDIP), tidak boleh merasa melebihi partai,” tegasnya.

Pengamat politik itu kemudian menyinggung pernyataan Megawati yang menyebut Jokowi (juga) sebagai petugas partai pada periode pertama pemerintahannya dulu. Ini menunjukkan ‘level’ Jokowi yang saat ini masih menjadi Presiden pun tidak lebih tinggi dari partai.

“Bahkan, dulu Presiden Jokowi di periode pertama, Megawati secara terang-benderang mengatakan Jokowi adalah petugas partai. Itu menegaskan bahwa partai itu di atas segala-segalanya. Dia (partai) di atas Presiden, Presiden yang dari partai maksudnya. Dia di atas Gubernur, Bupati, Wali Kota dan Anggota Dewan. Dan, sebagai partai, kapan saja bisa mencopot dan memberhentikan kader tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta siapa saja kader PDIP yang tigak mau menjadi petugas partai untuk mundur. Megawati juga menyinggung mantan kader PDIP yang ‘nasibnya’ tidak jelas gara-gara dipecat.

“Maka, lebih baik kalau saya boleh bilang, kalau nggak mau jadi petugas partai, saya nggak ngomong lagi anggota partai, (tapi) petugas partai), artinya yang diberi tugas oleh partai, out ! Begitu aja, mundur !” ucap Megawati.

“Jangan lagi orang yang kemarin toh. Saya cerita toh, saya cerita ada kasus. Saya pecah, nah baru dah, gelimpangan nggak jelas. Nangis-nangis minta dikembalikan, bla bla bla. Terang berkhianat ya out. Mau mundur apa out, gitu ae (aja). Jangan sampai deh masa-masa sekarang ini ada yang seperti gitu lho” sambung pemimpin PDIP itu.

Penulis : Puji S

Redaksi Palangka News