PBM Tatap Muka Standar, Ini Kata Kadis Pendidikan Barut

PBM Tatap Muka Standar, Ini Kata Kadis Pendidikan Barut

Palangkanews.co.id | Dunia Pendidikan hampir jalan dua Tahun tidak bertemu teman sekelas dan guru pendidiknya disekolah di sebabkan maraknya virus Corona melanda dunia bahkan Kalteng dan Kabupaten Barito Utara Sebanyak 430 TK / PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Barito Utara melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara berani (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) semenjak Pandemi Covid-19 melanda. 22/2/21

Dan pada hari Senin tanggal 15 Pebruari 2021 yang lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Barut) memulai melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka. Di Barito Utara ada sekitar 200 sekolah baik di Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah melaksanakan PBM tatap muka sejak hari ini.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Drs H Ardian diruang kerjanya Senin (15/2/2021), mengatakan dari total 430 sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Barito Utara, ada sekitar 200 sekolah di antaranya sudah memulai PBM tatap muka pada hari ini.

“Sejak 7 Januari 2021, Dinas Pendidikan Barito Utara mengajukan ke Satuan Tugas COVID-19 untuk mendapatkan rekomendasi PBM tatap muka. Berhubung masalah ini melibatkan lintas instansi, pelaksanaannya baru dimulai hari ini,” kata Kadisdik H Ardian kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Senin (15/2/2021).

Dikatakannya meski PBM tatap muka telah berjalan, Satgas COVID-19 Kabupaten Barito Utara tetap melakukan verifikasi dan evaluasi. “Untuk sekolah di kecamatan, verifikasi dilakukan oleh Satgas COVID-19 kecamatan,” katanya.

Dan khusus untuk Kelurahan Melayu dan Lanjas, verifikasi oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Barito Utara. “Jika dievaluasi PBM tatap muka tak memenuhi syarat protokol kesehatan (Protkes) maka PBM bisa dihentikan,” jelas Kadisdik yang baru dilantik pada Rabu (10/2/2021) lalu di Arena Tiara Batara Muara Teweh.

Lebih lanjut Kadis Pendidikan mengatakan untuk jam-jam belajar sudah disepakati. Jam belajar untuk Tk dilaksanakan 1 jam pertemuan, SD satu jam setengah atau 1,5 jam, untuk SMP 2 (dua) jam dan untuk SMA 3 (tiga) jam.

“Untuk jam belajar 1-3 jam itu didapat anak setiap hari di sekolah dan itu sifatnya bergantian ada pagi ada siang atau terserah dari pihak sekolah mengaturnya apakah langsung dapat 2 (dua) kali tetapi turun 3 (tiga) kali dalam seminggu,” katanya.

Lebih lanjut Ardian menjelaskan bahwa hal tersebut diserahkan kepada sekolah-sekolah, dan selanjutnya bagi sekolah yang memang sudah siap untuk melaksanakan tatap muka mereka menyampaikan ke pihak Dinas Pendidikan dan tembusan ke tim Satgas COVID-19.

“Kemarin kami sudah menyurati sekolah-sekolah. Memberitahukan ke sekolah-sekolah bahwa mereka boleh turun bagi sekolah yang sudah siap melaksanakan tatap muka. Dan yang paling diutamakan adalah persetujuan orang tua melalui rapat komite sekolah termasuk daftar periksa yang diminta oleh SKB 4 Menteri dan mereka turun sifatnya ini masih simulasi,” kata Ardian.

Pewarta. : lenny pknews Barut
Sumber. : Wawancara Kadisdik Barut

Redaksi Palangka News