Patut Dicontoh, Pendapatan BUMDes Kemudo Makmur Capai Rp. 5 M Pertahun Melalui Unit Usahanya

Patut Dicontoh, Pendapatan BUMDes Kemudo Makmur Capai Rp. 5 M Pertahun Melalui Unit Usahanya

Palangkanews.co.id || Klaten – 9/6/2021, Opening speech oleh Rudy Suryanto Founder bumdes.id narasumber Harlina Sulistyorini Dirjen Pengembangan Ekonomi Investasi Kemendes PDTT, Defri Hadi Head of HR Social Relation Danone SN Indonesia, Sebagai hostnya adalah Diana Arta, Uswatun Khasanah serta Denny Aryudi dan Hermawan Kristanto Kepala Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selasa (8/6/2021).

Bagaimana BUMDes bisa berkolaborasi dengan perusahaan melalui Program CSR (Corporate Social Responsibility) Mampukah Program CSR mensejahterakan masyarakat sekitarnya ?

Pertanyaan di atas terungkap melalui webinar atau secara virtual, terselenggara adanya kolaborasi antara Syncore Indonesia, Kemendes PDTT dan Danone SN Indonesia, pada hari Selasa, 8/6/2021, dimulai sejak pukul 13.30 – 16.00 wib.

Dasar Hukum BUMDes :

1)  UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, tanggal 02/11/2020,

2) PP No. 11/ 2021 tentang BUMDes, ttanggal 2/02/2021,

3) Permendesa PDTT No. 13/2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, tanggal 14/9/2020.

Harlina Sulistyorini memaparkan harapan ke depan bahwa setelah BUMDes berbadan Hukum adalah kemudahan dalam penguatan modal, kemudahan kerjasama dan kemitraan, penguatan kapasitas SDM pengelola, sehingga terwujudnya peningkatan performance BUMDes yang ditandai adanya peningkatan usaha, diversifikasi usaha, penguatan pasar dan peningkatan pendapatan.

“Sesuaikan usaha BUMDes dengan potensi dan kapasitas yang ada di desa untuk mendapatkan program CSR serta didukung oleh pemda. Gak perlu muluk-muluk usahanya” tutur Harlina.

Defri Hadi menguraikan bahwa Program CSR bukanlah semacam ‘charity’ atau bagi-bagi uang kepada BUMDes atau masyarakat sekitarnya, namun ada didalamnya misi perusahaan sebagai tanggung jawab sosial untuk memperhatikan warga masyarakat lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Tidak semua proposal yang diajukan oleh BUMDes atau masyarakat kami setujui, namun dibutuhkan kerjasama serta komitmen antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah sampai yang terendah, yakni desa. Program CSR diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat bukan berdasarkan keinginan” ungkap Defri Hadi.

Sedangkan Hermawan Kristanto menjelaskan bahwa sebuah keberhasilan dalam mengelola BUMDes tergantung kepada masyarakat itu sendiri bukan dari pihak luar. Seberapa kuat tekad dan kebersamaan masyarakat untuk berubah menuju kemajuan. Kata kuncinya adalah kekompakan.

“Alhamdulillah, dengan tekad dan rasa kebersamaan dari warga desa Kemudo untuk berubah menuju kemajuan, saat ini BUMDes Kemudo Makmur sudah mengantongi pendapatan mencapai Rp.5 Milyar per-tahun, yang berdiri sejak 21 Agustus 2016,” pungkas Hermawan

BUMDes Kemudo Makmur sudah dapat menyumbang untuk PADes – Pendapatan Asli Desa sebesar Rp.1,4 Milyar dalam kurun waktu 4 tahun (tahun 2016 sampai 2020). Masyarakat Desa Kemudo sudah mencapai kemandiriannya berkat Program CSR dari Danone sejak tahun 2016. Unit usaha yang dikelola, antara lain: Toko Desa Kamajaya Mart, online banking dan pelayanan umum.

Rudy Suryanto dalam mengakhiri sesi ini dengan kesimpulan bahwa untuk memulai pembentukan BUMDes dimulai dari pendataan potensi yang ada di desa, berkolaborasi dengan usaha yang sudah ada di dalam masyarakat, bentuk tim yang solid, tuangkan ke dalam tulisan menjadi visi misi BUMDes, lakukan musyawarah desa untuk mencapai kata sepakat dan kemudian dituangkan ke dalam peraturan desa.

“Jangan jadikan BUMDes sebagai sapi perah. Yakinkan potensi BUMDesnya, berbuat saja maka nanti perusahaan yang akan menilai apakah BUMDes bapak/ibu berhak mendapatkan Program CSR,” pungkas Rudy

Penulis : Puji S

Redaksi Palangka News