Oknum Pengacara Terhormat, Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis Wanita

Oknum Pengacara Terhormat, Diduga  Lecehkan Profesi Jurnalis Wanita

Palangkanews.co.id || Sangat disayangkan seorang oknum pengacara terhormat kurang memiliki Sopan Satun dan etika, yang se harus di gugu dan ditiru dihormati kerna sering membela kasus, malah sebaliknya membuat diri orang tidak senang dan terganggu merasa terlecehkan.19/4/21

Perbuatan ini jelas jelas melanggar hukum, seorang pengacara seharusnya menjaga nama baiknya, baik itu profesinya, kesatuannya bahkan pribadinya.

Dirilis dari berbagai media online yang tergabung maupun solidaritas mengecam oknum pengacara tersebut, Pertanyaannya apa kah oknum pengacara itu kebal hukum?

Media palangkanews.co.id menyelusuri dan menghubungi saudari Rayati, lewat selulernya hasil pengaduan ke Polda Kalteng, Demang Jekan Raya dan Perlindungan anak dan perempuan Komnasham di Palangkaraya.

Ini peristiwa yang di rangkum dari sdri Rayati ( 40 ) seorang wartawati media online pelopor Koorwil Kalteng melaporkan SN Oknum Pengacara ke Ditkrimsus Polda Kalteng terkait dugaan pelecehan dan pelanggaran UU ITE.

Buntut pelaporan ini berawal dari konfirmasi terkait pemasangan hinting Pali di kantor dan kebun PT CAA yang dilakukan Rayati melalui pesan WhatsApp pada 13 April 2021 kepada SN kemudian dibalas oleh SN pada 15 April 2021dengan potongan video PORNO atau mesum.

Didampingi sesama rekan Aliansi Jurnalis Video ( AJV) DPW Kalteng Rayati yang juga merupakan anggota Gerakan Pemuda Asli Kalimantan ( Gepak) dan Gerakan perempuan Dayak melaporkan SN ke Polda Kalteng pada Jumat 16 April 2021,lalu.

Rayati mengatakan dirinya tidak terima dengan bentuk dugaan pelecehan yang dilakukan oleh SN yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pengacara.

“Saya sebagai seorang wartawan dan khususnya sebagai seorang perempuan merasa sakit hati dan direndahkan martabat saya, dengan potongan video PORNO yang dikirimkan olen SN” Beber Rayati Sabtu 17 April 2021,lalu

Dirinya juga menjelaskan bahwa permasalahan dirinya dengan SN sudah dilaporkan juga ke Damang Jekan Raya.

“Tadi saya sudah melaporkan kepada Damang Jekan Raya Cardinal Tarung,dan sudah didaftarkan untuk proses Basara Adat ” ungkap Rayati pada media palangkanews.

“Saya ingin proses hukum terus berlanjut dan berjalan sesuai aturan yang berlaku agar ini menjadi pelajaran bagi pihak manapun untuk tidak melecehkan profesi wartawan dan perempuan khususnya” tegas Rayati.

Tambahnya pokok nya bang! saya tidak ada toleransi lagi kerna ini saya malu dilecehkan oknum pengacara SN.

Pewarta. : Red pknews
Sumber. : Rayati dan tim media Solidaritas.

Redaksi Palangka News