Nilai-Nilai Luhur Pancasila Ada di Dalam Ajaran Agama, Demikian Pula Sebaliknya

Nilai-Nilai Luhur Pancasila Ada di Dalam Ajaran Agama, Demikian Pula Sebaliknya

MPR Nyatakan Pentingnya Saling Mengingatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

Bagi seluruh rakyat Indonesia, sebenarnya sudah tidak perlu melakukan sosialisai lagi empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, sebab, sudah semuanya tahu dan memahami.

Hanya saja, harus ada upaya untuk saling mengingatkan. Hal itu ditegaskan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Habiburokhman, saat membuka, mengarahkan dan memberikan sambutan pada acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Jakarta Timur, Rabu (27/11/2019) malam.

“Untuk apa lagi sebenarnya sosialisasi ke orang-orang secerdas ini. Istilahnya ngajarin bebek berenang, sudah bisa berenang gak perlu diajarin lagi. Sudah paham Pancasila, sudah mempraktekkan Pancasila, ngapain kita ajarin lagi. Cuma ini kita saling mengingatkan,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman menjelaskan beberapa contoh dan praktek nilai-nilai luhur Pancasila, seperti shalat, menjalankan perintah agama, pengajian dan belajar kesenian Islam marawis, itu sebagai bagian dari pengamalan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena sebagai bangsa, semua persoalan kehidupan, dasarnya adalah kepada Tuhan.

Kemudian, Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab diwujudkan dengan cara saling tolong-menolong sesama warga dan saudara, serta membantu yang susah. Sila Ketiga Persatuan Indonesia diamalkan dengan hidup damai dan saling toleransi antar agama, suku dan budaya.

Sila Keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Perwakilan dimanifestasikan melalui mekanisme konstitusi Pemilihan Umum untuk memilih Anggota DPRD, DPR RI dan Presiden.

“Sila kelima ini, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kita sering praktekkan tapi kita kadang belum rasakan. Negara sedang mencoba mewujudkannya. Bagaimana orang miskin bisa dapat pelayanan pendidikan dan kesehatan yang gratis berkualitas. Itu semua sebetulnya sudah kita praktekkan sehari-hari,” tutur Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tersebut.

Habib, sapaan akrabnya, mengajak sekitar 200 peserta sosialisasi, untuk terus bersatu serta menumbuhkembangkan semangat kebangsaan yang terkandung di Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena ini akan menjadi energi positif dalam proses pembangunan menuju Indonesia maju, adil dan makmur,” katanya.

Bertempat di RW 03, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, kegiatan Tatap Muka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI berlangsung hangat selama sekitar 3 jam. Kegiatan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum ibu, perwakilan pengurus Partai Gerindra dari 10 kecamatan se-Jakarta Timur.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan kesenian Islam marawis dan pemutaran film perjalanan kampanye Pemilu 2019, hingga laporan kegiatan sebagai anggota DPR/ MPR RI.

Terakhir, Habiburokhman berjanji akan terus menjaga amanah dari konstituen Partai Gerindra di Dapil Jakarta Timur. Secara khusus sebagai anggota Komisi III DPR RI yang berlatar advokat, dia akan membantu persoalan hukum yang dihadapi masyarakat khususnya bila mengalami kriminalisasi, persekusi dan ketidakadilan hukum lainnya.***

admin

admin