Nahkoda Baru Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara Nur Cholis, SE., MM.

Nahkoda Baru Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara Nur Cholis, SE., MM.

Palangkanews.co.id | Jepara – 13/3/2021 Nahkoda BUMD Jepara atau Direktur Utama Perumda Aneka Usaha, Nur Cholis, SE., MM., yang berkantor di Jl. Sidik Harun No. 3, Ujung Batu II, Desa Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Jum’at 12/3/2021, menjelaskan tentang pendapatnya ketika dihubungi lewat sambungan telepon tentang kabar pada hari Rabu, (10/3/2021) hasil rapat paripurna DPRD yang memutuskan Perumda Aneka Usaha tidak menerima suntikan modal dari Pemda Jepara alias nol persen.

Terkait keputusan tentang TIDAK ADANYA penyertaan modal dari Pemerintah Daerah Jepara sebagaimana keputusan Rapat Paripurna DPRD Jepara rabu (10/3/2021), saya menyatakan “TIDAK APA APA”. Justru itu sebagai motivasi kami untuk mengembangkan Perumda Aneka Usaha. Kami tetap berjalan dan berlari serta berinovasi untuk meningkatkan kinerja Perusahaan dengan segenap Sumber Daya yang ada” ujar nur cholis.

Direktur Utama saat ini, sosok yang sarat pengalaman, pernah 12 tahun menjadi Direktur di berbagai perusahaan perbankan, selama kurun waktu dari 2005 sampai 2016 pernah menjadi Direktur BPR Purwa Artha di Kabupaten Grobogan.

Pria dengan 3 orang putra berlatar belakang pendidikan di MTS, MAN dan lulusan STIE AUB, menjelaskan kepada awak media mengenai permintaan penyertaan modal sesuai rencana bisnis yaitu akan mendirikan Pabrik Pengolahan Limbah PLTU di Jepara dengan suntikan modal oleh Pemkab Jepara akan melibatkan atau kolaborasi dengan korporasi atau investor, untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Banyak unit usaha Perumda Aneka Usaha merupakan bisnis warisan dari Direktur Utama yang lama, dan ketika dia masuk banyak unit usaha yang mangkrak, tentunya ini menjadi hambatan sekaligus tantangan sebagai seorang profesional.
Beberapa unit usaha warisan direksi lama antara lain :

(1). Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Mlonggo dan Desa Ujung Batu, Kecamatan Jepara.
Kedua SPBN ini melayani dengan kapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter, dan penjualan tergantung dari Supply dan Demand, penjualan akan menurun drastis ketika musim baratan dan profit minim, karena permintaan juga rendah dan keuntungan tidak bisa di perbandingan dengan SPBU.

(2). Usaha Percetakan, di samping peralatan nya kuno (harus di up grade) pesaing di industri ini juga banyak, serta turunnya permintaan ATK dari Pemkab Jepara sendiri saat ini.

(3). Unit Agribisnis mengelola lahan di Kecamatan Pakis Aji, keuntungan hanya diperoleh dari menyewakan lahan, sedangkan lahan yang dikelola secara mandiri di tanami ketela, merugi karena ketika masa panen, harga ketela anjlok drastis, sehingga ongkos tanam merugi akibat permainan para tengkulak ketela.

(4). Usaha Jasa Keuangan non bank dalam kondisi cukup baik bisa memberikan kontribusi profit, walau melayani nasabah dari pendidik atau guru dan nasabah mikro.

“beberapa hal tersebut, menjadi evaluasi jajaran Direksi dan Staf Karyawan, namun sebagai Dirut saya akan menjalankan bisnis plan secara kreatif dan inovatif, seperti terobosan produk Kopi RojoKu dan Air Mineral RojoKu, yang terbukti berhasil,” tambahnya.

Nur Cholis menjelaskan kepada awak media mengenai permintaan penyertaan modal sesuai rencana bisnis yaitu akan mendirikan Pabrik Pengolahan Limbah PLTU di Jepara dengan suntikan modal oleh Pemkab Jepara dan menggandeng investor, seperti halnya perumahan sengon Bugel.

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News