Museum Wasaka Tampil Ditengah Zaman Modern, Ini Beritanya

Museum Wasaka Tampil Ditengah Zaman Modern, Ini Beritanya

palangkanews co.id # SEJARAH -; Di tengah riuhnya Kota Banjarmasin, terletak sebuah bangunan yang mengandung kisah heroik perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka, semula sebuah rumah yang telah berubah menjadi tempat bersejarah ini, terletak di Gang H. Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Museum ini menjulang di tepi sungai Martapura, berdampingan dengan Jembatan 17 Mei (Jembatan Banua Anyar) yang kokoh.11/9/2023.

Dikenal juga sebagai Museum Waja Sampai Kaputing, atau lebih singkatnya Museum Wasaka, tempat ini menyimpan banyak benda bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan penjajahan Belanda. Kalimat “Waja Sampai Kaputing” mencerminkan semangat perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, dan museum ini dirasmikan pada tanggal 10 November 1991. Bangunan bersejarah ini awalnya adalah rumah Banjar Bubungan Tinggi yang kemudian diubah menjadi museum, sebagai bentuk upaya konservasi bangunan tradisional.

Meskipun ukurannya mungil, Museum Wasaka menyimpan sekitar 400 benda bersejarah yang berasal dari periode perang Kemerdekaan. Koleksi ini mencakup senjata-senjata, mulai dari yang tradisional hingga modern, yang digunakan oleh pejuang Banjar selama revolusi fisik tahun 1945-1949.

Anda dapat melihat senapan angin dengan badan dari kayu, serta pakaian barajah yang dipercayai memiliki kekebalan terhadap serangan musuh berkat mantra-mantra tertentu. Pakaian barajah ini termasuk baju kaus dalam, baju luar, ikat kepala, dan babat. Konon, pakaian ini dirajah oleh orang-orang ahli seperti para ulama. Kini, pakaian-pakaian bersejarah ini disimpan dengan aman di dalam museum. Selain itu, museum ini juga menampilkan senjata tajam tradisional seperti mandau dan tombak.

Di bagian depan museum, Anda akan menemukan foto-foto mantan gubernur Kalimantan Selatan hingga gubernur saat ini, H Rudy Ariffin. Di sebelah kanan, di lorong tengah, terpampang teks proklamasi pernyataan warga Kalimantan Selatan untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di dalamnya lagi, Anda akan menemukan baju-baju barajah dan berbagai senjata yang digunakan oleh rakyat Kalimantan Selatan dalam perjuangan melawan Belanda. Juga, berbagai peralatan memasak, peralatan makan, kamera zaman dulu, tas, radio, dan mesin ketik yang digunakan para pejuang untuk berbagai keperluan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Bagian belakang museum menampilkan replika pembuatan senjata tajam dan pistol yang digunakan oleh para pejuang, lengkap dengan patung si pembuat senjata. Replika ini dibuat di Yogyakarta. Sementara itu, berbagai benda bersejarah lainnya dikumpulkan dari keluarga para pejuang yang tersebar di beberapa daerah di Kalimantan Selatan.

Museum Wasaka seringkali ramai dikunjungi, terutama saat Sabtu dan Minggu. Untuk masuk, Anda hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 jika menggunakan mobil atau sepeda motor, sedangkan tiket masuk ke museum ini gratis. Pengunjung datang tidak hanya dari Kalimantan Selatan tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Museum ini buka setiap Selasa hingga Kamis pukul 09.00-12.00 Wita, Jumat pukul 09.00-11.00 Wita, serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00-12.30 Wita.

Sumber. : Lentera Kalimantan Net

Pewarta.: julianda 

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News