Monumen kerukunan umat beragama, Saat Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Monumen kerukunan umat beragama, Saat Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Palangkanews co.id || JEPARA. Berita tentang indahnya Idul Adha di Padukuhan Watulumpang Desa Bucu yang membagi hewan korban kepada sejumlah umat Kristiani, memantik sejumlah warga yang juga ingin mengabarkan kabar baik di desanya. Tentang kerukunan beragama yang indah bagaikan pelangi saat Idul Adha tahun ini.

Penyembelihan hewan kurban di Dukuh Pekoso Desa Tempur, Kec. Keling
Sebab ditempat mereka tinggal, kerukunan antar umat beragama juga terjaga dan terpelihara dengan baik. Salah satunya adalah dengan membagi daging korban kepada umat beragama lain.

Menurut Imam Sukoco, di Desa Tempur, warga masjid Nurul Hikmah yang terletak di Dukuh Pekoso RW 3 saat Idul Adha tahun ini menyembelih Kambing 13 ekor dan 3 ekor sapi. Sedangkan warga padukuhan ini sebanyak 236 KK diantaranya 16 KK adalah umat Kristen.

“Semuanya mendapatkan daging kurban,” ujar Imam Sukoco, seorang guru yang tinggal di Desa Tempur. Bukan hanya itu, saat warga membangun masjid atau gereja, mereka juiga saling membantu, tambah Imam Sukoco. Masjid dan gereja di Desa Tempur juga berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan kecil tak lebih 3 meter.




Petinggi Kunir, Sicipto saat menyerahkan daging kurban secara simbolis.
Hal yang sama juga terjadi di Desa Kunir Kecamatan Keling. Salah satu desa yang juga terletak di kaki Gunung Muria. Di desa ini terdapat umat Islam dan umat Budha. Kerukunan hidup umat beragama di tempat ini juga terpelihara dengan baik.

“Di Masjid Baitul Makmur yang terletak di dukuh Mangli RW 2 daging kurban juga dibagi bukan hanya untuk umat Islam tetapi juga untuk umat Budha. Dari 680 KK yang ada di padukuhan ini, sekitar 175 KK adalah umat Budha,” ujar Petinggi Kunir Sucipto.

Sedangkan hewan kurban yang disembelih tadi pagi sebanyak 8 ekor sapi. Padahal tahun sebelumnya hanya 4 ekor,” tambah Sucipto.

Penyembelihan hewan kurban telah dilakukan tadi dan telah dibagikan oleh panitia dengan mengunakan mobil bak terbuka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Pembagian langsung diantar kerumah warga,” ujarnya.

Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitul Makmur, Desa Kunir siang tadi. Menurut Sarwijiyanti, guru dan juga pegiat literasi Jepara yang tinggal di Desa Kunir mengungungkapkn kerukunan antar umat beragama di desa Kunir memang terjaga dengan baik.

“Saat umat Budha mengadakan perayaan hari raya Waisak, mereka juga memberikan makanan kepada umat Islam,” ujarnya.

Sementara di kota Jepara, bahkan ada juga umat Kristiani yang yang juga turut menyerahkan hewan korban seperti yang terjadi di lingkungan RT 03 / RW 01 Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara.

“Ditempat ini ada pemeluk agama Kristiani yang setiap tahun juga menyerahkan hewan korban berupa kambing ke Mushola Al Khautshar,” ujar Warsih seorang guru yang tinggal di Kelurahan Pengkol yang juga pegiat literasi di Jepara. Sedangkan sejumlah umat Kristiani di RT 07 / RW 02 Perum Kuwasharjo ikut membantu memotong-motong dan membagi daging kurban.

Sementara warga di masjid Nurul Huda Sukodono menyembelih kurban berupa sapi 6 ekor dan kambing 6 ekor. Sedangkan warga masjid Al Muqorrobin Sukodono menyembelih korban 7 ekor sapi dan 9 ekor kambing.

Pewarta. : Puji Sumono pknews Jateng.

Redaksi Palangka News