Mediasi Ketiga Setelah Yang Pertama Dan Kedua gagal Antara Koperasi Kenyala Hapakat Manggatang Pembelum Dengan Perusahaan Sawit PT KKPS-3 Wilmar Grop

Mediasi Ketiga Setelah Yang Pertama Dan Kedua gagal Antara Koperasi Kenyala Hapakat Manggatang Pembelum Dengan Perusahaan Sawit PT KKPS-3 Wilmar Grop

Palangkanews.co.id # Sampit – Setelah Demo damai pada hari Kamis tanggal 31/8 diperusahaan PT KKPS -3 kecamatan Telawang akhirnya gagal tuntutan mereka minta plasma dua puluh persen, akhirnya mereka menutup jalan dengan hinting adat untuk masuk menuju keperusahaan sehingga perusahaan tidak bisa bekerja

Pada hari Jum’at tanggal 1/9 mereka tidak bisa membuka pagar penutup menuju kantor karena perusahaan bersikeras tidak mau menuruti kehendak yang disampaikan ketua koperasi Hapakat Manggatang Pembelum bersama anggotanya karena tuntutan mereka tidak dipenuhi

Puluhan mobil rombongan polres kotim datang dan tidak bisa masuk kantor hanya jalan kaki saja menuju kantor, rombongan polres terdiri dari Polres Kotim Kapolsek Telawang, Brimob, Posramil 1015-5 Telawang serta Sekcam Telawang.

Setelah diadakan mediasi yang dipimpin Kasat reskrem polres kotim dengan ketua koperasi Hapakat Manggatang Pembelum sampai sore hari dan akhirnya perusahaan mau memberikan plasma yang dua puluh persen dan membayar denda adat yang dilakukan tokoh adat desa Kenyala maka akhirnya bisa dibuka dengan membayar denda sebesar dua puluh lima juta rupiah, dan perusahaan minta dimediasi lagi dikantor pemda Kotim pada tanggal (4/9 ) karena ada atas nama koperasi dua orang.

Alang Arianto S.E M, Si mewakili Bupati kotim Halikinnor SH MM menyampaikan hasil mediasi hari ini,”Pertemuan hari ini kita sepakati ada 2 koperasi yaitu Hapakat Manggatang Pambelum dengan Kenyala Maju Bersama yang merupakan perwakilan usaha dari desa untuk memfasilitasi penyaluran plasma 20 % dari PT KKPS-3 Wilmar Group, dari luasan 608 Hektar yang masuk wilayah konsensi desa Kenyala,senin ( 4/9 )

“Masing-masing dari koperasi mengajukan calon petani terutama mengakomodir masyarakat Desa Kenyala berdasarkan ketentuan dan peraturan, tahap awal ada uang tunggu sampai lahan plasma ini terbangun dan menghasilkan, kita usulkan Rp. 300 ribu perhektar perbulan,”jelas Alang

Ketua Koperasi Hapakat Manggatang Pambelum Loling mengatakan,” Hasil kesepakatan hari ini adalah dalam 1 desa ada 2 koperasi dengan objek dan tujuan yang sama, tetapi untuk menjaga terjadinya konflik berkembangan, saya minta 608 H Hektar tersebut dibagi 2 jadi masing-masing 304 H untuk koperasi Hapakat Manggatang Pambelum dan koperasi Kenyala Maju Bersama 304 H yang penting semuanya bisa maju dan jalan bersama, yang sebenarnya terjadinya konflik itu karena mengharapkan uang dari lahan inti yang sudah dilaksanakan tapi waktu pertemuan itu baru membangun lahannya.”katanya

Pewarta : Ariyanto

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News