Komisi V DPR RI dan Bupati Rembang, Beasiswa Anak Awak KRI Nanggala-402 Alokasikan Di APBN

Komisi V DPR RI dan Bupati Rembang, Beasiswa Anak Awak KRI Nanggala-402 Alokasikan Di APBN

Palangkanews.co.id | Rembang, 1/5/2021 Sejumlah kalangan mendorong pemerintah untuk benar-benar mewujudkan janjinya memberikan beasiswa hingga lulus S1 bagi anak-anak awak kapal selam KRI Nanggala 402. Desakan itu muncul dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhamad Arwani Thomafi yang juga Sekjen DPP PPP dan Abdul Hafidz Bupati Rembang, Jawa Tengah.

Arwani dan Hafidz mengunjungi rumah keluarga awak KRI Nanggala-402, Rabu (28/4/2021) sore. Tercatat ada dua putra terbaik Kabupaten Rembang yang menjadi awak KRI Nanggala-402, yakni Letda Munawir (42) asal Kelurahan Pacar dan Serda Dwi Nugroho Yogianto (40) dari Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Muhamad Arwani Thomafi menyarankan sebaiknya janji beasiswa sampai kuliah dialokasikan langsung ke APBN, supaya anggarannya jelas. Dia menilai pemberian beasiswa bagi anak-anak korban sebagai bentuk empati negara terhadap perjuangan orang tua mereka menjaga kedaulatan bangsa.

“Ini sebagai bentuk perhatian kepada keluarga korban. Kebijakan pemerintah ini dialokasikan saja melalui APBN, “ kata Arwani.

Menurutnya, dari peristiwa tersebut sekaligus momentum yang tepat pemerintah mengevaluasi alat utama sistem pertahanan negara (alutsista). “Ini menjadi catatan Alutsista kita, diperhatikan betul bagaimana kondisinya, “ kata Politisi PPP asal Lasem, Rembang ini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz meyakini setelah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung, rencana beasiswa untuk anak korban kapal selam Nanggala akan ditindaklanjuti. 

Sekali pun kelak Jokowi sudah tidak menjadi presiden lagi, mesti tetap harus dijalankan oleh pemerintahan berikutnya. Mengingat, anak-anak korban saat ini masih kecil-kecil. “Presiden sudah menetapkan seperti itu, pasti ditindaklanjuti. Saya berharap negara benar-benar hadir, “ katanya.

Sementara Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho Yogianto mengaku cukup lega atas janji pemerintah, menjamin biaya pendidikan anak-anak korban sampai jenjang perguruan tinggi. Ia sebatas berharap nantinya akan terealisasi.

“Kalau istri para korban punya pekerjaan tetap, mungkin agak ringan. Tapi kalau nggak kan memang harus berjuang menghidupi anak. Semoga janji pemerintah itu terpenuhi, “ kata Sudiyanto. Letda Munawir maupun Serda Dwi Nugroho Yogianto, saat ini sama-sama memiliki dua orang anak.

Seperti diberitakan, kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami kecelakaan di perairan utara Bali, setelah sempat hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 lalu.

Hasil pencarian teridentifikasi, badan kapal terbelah menjadi 3 bagian di kedalaman 838 Meter. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan 53 awak kapal selam gugur.

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News