KNPI MINTA BARESKRIM PERIKSA PERUSAHAAN DAN MENTERI LHK

KNPI MINTA BARESKRIM PERIKSA PERUSAHAAN DAN MENTERI LHK

Palangkanews.co.id | Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, meminta Bareskrim Polri untuk segera memanggil perusahaan terkait banjir Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebelumnya, Bareskrim telah menerjunkan tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) untuk mengecek penyebab banjir yang terjadi di Kalsel. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan beberapa faktor penyebab banjir.

Penyidik Bareskrim juga akan memanggil semua petinggi perusahaan tambang yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Mereka akan diperiksa terkait dugaan eksploitasi alam yang ditengarai sebagai penyebab terjadinya bencana ekologis di wilayah Kalsel dan sekitarnya.

“Kami juga meminta penyidik Bareskrim untuk memeriksa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar terkait perizinan perusahaan-perusahaan besar di Kalsel ujar Haris, Selasa (26/01).

Selain Bareskrim, Haris juga meminta KPK turun tangan di Kalsel terkait izin yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kalsel adalah salah satu provinsi di Indonesia penghasil batu bara terbesar. Ada 5 perusahaan batu bara disana yang diduga menyebabkan banjir besar di Kalsel. Haris pun membeberkan lima perusahaan besar tersebut yaitu:



1. Adaro. PT Adaro Energy Tbk saat ini tercatat menjadi perusahaan tambang batu bara terbesar yang beroperasi di Indonesia. Tambang terbesarnya berada di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

2. Arutmin. PT Arutmin Indonesia merupakan raksasa tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie.

3. Jhonlin. Jhonlin Group lewat PT Jhonlin Baratama jadi raksasa perusahaan batu bara.

4. Bangun Banua Persada. PT Bangun Banua Persada Kalimantan adalah salah satu anak perusahaan PT Bangun Banua Kalimantan Selatan. Berbeda dengan perusahaan tambang pada umumnya, saham perusahaan ini sebagian besar dimiliki oleh pemerintah daerah.

5. Hasnur Group Salah satu pengusaha lokal Kalimantan Selatan yang cukup sukses di bidang usaha batu bara adalah Haji Abdussamad Sulaiman.

Banjir bandang yang menimpa Kalsel baru pertama hampir seluruh kabupaten dan Kota bahkan Provinsi ini dampak gundulnya hutan di bukit bukit dan gunung yang ada Kalsel, akibat lahan pertambangan batu bara.

Pewarta : Tim pknews Kalsel
Sumber. : DPP. KNPI

Redaksi Palangka News