Keterlaluan Donasi Natasha Anggela Di Kemplang Oknum Lazisnu Jepara

Keterlaluan Donasi Natasha Anggela Di Kemplang Oknum Lazisnu Jepara

Palangkanews.co.id || Jepara, 16/6/2021 Natasha Angela Putri Wina, anak dari Nasirin dan Lilis Supriyanti, berdasarkan dokumen medis menderita penyakit kulit Chronic bullous disease of childhood (CBDC) alamat Rt.03/Rw.16 Dukuh Krasak, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Diduga Penggalangan Dana Buat Natasha Angela Putri Wina Tidak Transparan dan Akuntabel.

Penggalangan dana, melalui situs berdasarkan kutipan Informasi Penggalangan Dana, dari pasien Natasha Angela Putri Wina melalui platform kitabisa.com dengan tag line “Anak Buruh Serabutan Lawan Bula Kronik Sejak Kecil”.



Penggalangan Dana oleh Lembaga Keagamaan di Jepara, terkumpul Rp. 195.782.503,- dari Total Target Anggaran sebesar Rp. 198.895.500,- dengan jumlah Donatur (3396). Campaign telah berakhir.

Orang tua pasien mengatakan bahwa, awalnya dia mengetahui tentang penggalangan dana atas nama anaknya Natasha Angela Putri Wina, melalui media sosial.

“Sekitar bulan Juni 2020, penyakit kulit menyerang anak saya, saya bawa dokter spesialis kulit dan seorang mantri. Kemudian Bulan Agustus 2020, saya bawa anak saya ke RSU Kartini, namun sekitar 27/8/2020, dirujuk ke RSU Kariadi Semarang,” katanya.


“kemudian ada orang berinisial HJ, mengatasnamakan Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Jepara, datang ke rumah saya dan secara lisan mengatakan akan membantu penggalangan dana buat anak kami,” ujarnya.

“Kami diminta menyerahkan foto kopi KK dan KTP oleh oknum berinisial HJ, untuk membantu mencarikan dana bagi pengobatan anak kami, namun tanpa surat resmi hanya secara lisan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah uang diserahkan ke anak kami sejumlah Rp. 49.000.000,- dan Rp. 5.000.000,- (17/5/2021) Transfer via Bank BRI a/n. Lilis Supriyanti dari Bank BRI a/n. Moh. Mashum AH, dari Rp. 60.000.000,- yang dijanjikan oleh oknum tersebut.

“Saya juga tidak diberikan foto kopi berkas yang pernah saya tandatangani, sehingga saya tidak tahu pasti, berapa dana yang terkumpul dari donatur Penggalangan Dana dan berapa dana yang mesti diberikan ke anak saya Natasha Angela Putri Wina,” kata Lilis ibu pasien.

Penggalangan donasi lembaga sosial berlabel Agama tertentu diduga sengaja selewengkan uang donasi dari para donatur.

Setelah penggalangan donasi pertama dengan obyek pasien yang sangat memprihatinkan dirasa sukses dan donasi tercapai Rp. 195 juta sekian lalu oknum lazisnu nekad menggalang donasi kedua dengan tema “Kondisi Tubuh Anggela Terus Menurun Sekujur Tubuh Melepuh”. Demi meraup kepentingan pribadi tanpa rasa kemanusian sedikitpun.

Ini dilakukan tanpa seizin keluarga pasien dan hal ini sangat menyakitkan bagi keluarga yang anaknya dijadikan obyek untuk meminta – minta.

“Kami merasa beban moral dan mental semakin berat karena menjadi pergunjingan banyak orang, yang dijadikan obyek penggalangan donasi.” kata bu lilis (2/5/2021)

Penggalangan donasi kedua bodong boleh dibilang spektakuler dari penggalangan donasi pertama yang mencapai Rp.195 juta sekian dan donasi kedua mencapai Rp. 311 juta sekian dari target Rp. 340 juta sekian. (28/5/2021).

Awak media mendatangi ibu lilis di rumahnya untuk menanyakan kebenaran akan hal tersebut di atas. “kok tega ya anak saya dijadikan obyek terus menerus tanpa izin dan kejelasan,” ungkap bu lilis dengan perasaan sedih.

“Mulai yang pertama saja tidak jelas yang terkumpul Rp.195 sekian juta dan hanya diberikan Rp. 60 juta, sisanya dikemanakan. Ini malah ada lagi dan sama sekali tidak izin atau memberi kabar sama sekali, setelah tim media menanyakan, baru mereka mengaku dan beralibi dengan program gizi,” kata bu lilis dengan nada kecewa.

Pihak lazisnu saat dimintai keterangan tentang kegiatannya menyampaikan “bahwa pihaknya sudah memprogram bantuan gizi, seraya meminta maaf karena belum memberi kabar tentang donasi kedua kepada pihak keluarga Angela dan selalu menyalahkan stafnya yang bernama H. Cs” kata Maksum ketua Lazisnu

“untuk program ke dua memang ada dan kami programkan untuk perbaikan gizi  Angela. Donasi sudah saya plotkan untuk Angela sebesar Rp. 24 juta dari Penggalangan donasi yang kami peroleh sebesar Rp. 311 juta.” tambah Maksum yang didampingi pengurus lainnya.

Sedangkan sisa  donasi kedua yang terkumpul akan diperuntukkan
kepada pasien yang lain.

Ditempat terpisah, dihubungi lewat telephon, Lembaga Swadaya Masyarakat Pelita Jepara menyoroti “bahwa penggalangan donasi bagi nama objek pengajuan peruntukannya harus sesuai dengan objek penerima. Bila transparansi kepada objek penerima tidak dilakukan, maka celah penyimpangan akan ditempuh. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan aturan dan sudah memenuhi unsur tindak pidana.” ujarnya

Pihak donatur yang simpati lebih banyak dari Lumajang tidak mengetahui pasti jika pengalokasian donasi kepada Angela tidak maksimal.

Dan salah satu lembaga dari Lumajang jawa timur sudah mempersiapkan somasi atas dugaan perampasan hak dan penyalahgunaan pengalokasian donasi dari para donatur yang simpati dengan konten pasien bernama Angela sama halnya beberapa lembaga di Jepara juga menanyakan dugaan ketidak transparanan  pengelolaan donasi yang terkumpul dan menduga pengalokasian donasi dilakukan secara sepihak. (Puji S).

Redaksi Palangka News