Kekerasan Fisik Terhadap Dua Cadet Prala Di MV Sarah S Milik PT. Gurita Lintas Samudra

Kekerasan Fisik Terhadap Dua Cadet Prala Di MV Sarah S Milik PT. Gurita Lintas Samudra

Palangkanews.co.id | Tana Paser 22/4/2021 Disaat Pemerintah sedang giat melawan penyebaran Virus Covid-19, jauh di perairan kalimantan timur terjadi kesewenang wenangan tindak kekerasan penganiayaan di atas kapal Cargo MV. Sarah S Tonase 31.872 yang di Nahkodai oleh Adi Marwoto milik PT. Gurita Lintas Samudra Jakarta terhadap dua Cadet Dino Dwi Adiansah dan Abdul Aziz Samad Angkatan 53/T dari Politeknik Bumi Akpelni Semarang. Dino dan Aziz pada saat kejadian sedang melaksanakan tugas akhir Praktek Laut (Prala).

Tindak kekerasan penganiayaan terhadap Dino dan Aziz terjadi diatas kapal perairan laut kalimantan pada hari sabtu 17/4/2021 pukul 22.00 Wita. Yang mana Dino dan Aziz sebagai mahasiswa/taruna menjabat Cadet, tidak menjalankan tugas perintah dari KKM sebagai mentor. Hal ini membuat Alumni Angakatan 46/T dari STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta, Dina Ma’ruf Firmansyah marah. Untuk melampiaskan kemarahan Dina Ma’ruf menyulutkan rokok ke kening dino sebanyak enam titik dan Aziz enam titik.

“Sebagai jiwa Korsa pada almamater, yang telah melewati masa basis yang matang akan selalu solid dan empaty pada sesama anggota yang lagi kena musibah. Karena Dino dan Aziz masih dalam proses akhir penyelesaian Prala, belum menjadi anggota Alumni. Jadi kewenangan ini masih dalam ranah kampus Politeknik Bumi Akpelni Semarang” ujar anggota CAA (Corp Alumni Akpelni) yang tidak mau disebut namanya sewaktu di hubungi awak media palangkanews lewat telphon.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak keluarga Dino maupun Aziz dan Direktur Politeknik Bumi Akpelni. Bahwa masalah ini sudah di selesaikan secara damai” tambahnya keluarga Dino maupun Direktur PBA pada anggota CAA lewat sambungan telphon.

Politeknik Bumi Akpelni sebagai penyelengara Cadet dalam proses penyelesaian Prala di kapal, seharusnya ikut aktif dalam pengawasan dan pertanggung jawaban kepada taruna. Dan hadir bila ada permasalahan sebagai mediasi maupun pembuat keputusan.

Dalam rangka menegakkan rasa keadilan dan sebagai pembelajaran, pihak keluarga berkeinginan mencabut Surat Penyataan Damai yang dibuat di adang bay pada selasa 20/4/2021 di tanda tangani oleh Dico, Aziz, dan Dina Ma’ruf. Disaksikan Nahkoda kapal dan kepala UPP Tana Paser. Diatas materai 6000. Hal ini menjadi cacat Hukum. Karena mulai tanggal 1/1/2021 telah di berlakukan Undang undang No 10 tahun 2020 tentang Bea Materai.

PT. Gurita Lintas Samudera melayangkan surat kepada PT. Andhika Lines sebagai Agent di Tana Paser pada 22/4/2021 tentang permohonan Sign Off Dina Ma’ruf Firmansyah (BP107920).
PT. Andhika Lines membuat permohoan kepada kepala UPP Tana Paser No 23/Andl-Tgt/IV/2021 tanggal 22/4/2021 tentang Permohonan Sijil Off Dina Ma’ruf.

Pihak keluarga korban, berencana akan menempuh jalur Hukum, sebagai langkah menegakan rasa keadilan dan pembelajaran. Dengan memberi kuasa Hukum kepada Kusnandar SH beralamat di dukuh pakis Surabaya, untuk memberikan bantuan Hukum.

Puji Sumono

Redaksi Palangka News