Kapolda Jateng Siapkan 8 Water Canon, Akan Banjiri Kudus dengan Disinfektan

Kapolda Jateng Siapkan 8 Water Canon, Akan Banjiri Kudus dengan Disinfektan

Palangkanews.co.id || Kudus, 4/6/2021 Kasus covid-19 di Kabupaten Kudus belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Dari data terakhir yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Balai Ismoyo, Rabu (2/6/2021) ada 1.243 orang yang terpapar Covid-19. Rinciannya, 287 pasien menjalani perawatan dan 956 lainnya sedang isolasi mandiri di beberapa lokasi di Kudus Jawa Tengah. Jumat 4/6/2021

Dengan angka kasus aktif yang tinggi ini, Kapolda Jateng Irjen (Pol) Ahmad Luthfi menerjunkan ratusan personelnya beserta delapan water canon untuk ikut membantu penaganan Covid-19 di Kota Kretek Kudus.



“Kita akan lakukan penyemprotan secara massal di tempat-tempat (krusial) kita. Masa inkubasi virus itu tiga hari, jadi nanti water canon akan berjalan setiap tiga hari sekali,” kata Kapolda Jateng saat pimpin Apel di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah. Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, antisipasi yang dilakukan Kabupaten Kudus demi menekan penyebaran Covid-19 pada dasarnya sudah berjalan baik. Ia pun mengapresiasi Kerja keras Satgas di Kudus. Hanya saja, pengerahan pasukan Brimob dan Ditlantas yang ia siapkan ini, adalah untuk lebih mengevaluasi lagi apa yang kurang, dan bisa memperbaiki demi tujuan yang lebih nyata.

“Saya ucapkan terima kasih bahwa semua perangkat di Kudus yang telah bekerja dengan maksimal. Tapi akan kita maksimalkan lagi, sehingga perang yang akan kita laksanakan dengan Covid-19 ini bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Memerangi Covid-19 adalah perang dengan lawan yang tidak kelihatan. Makanya, lanjut dia, tanggung jawab untuk memerangi kasus ini bukan hanya di tangan TNI dan Polri, tapi tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, wirausaha, dan semua warga. Tanpa ini, perang dengan Covid-19 tidak akan bisa maksimal.

Kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tim Jogo Tonggo, Kapolda berharap mereka bisa membuat laporan secara terperinci siapa saja warga di setiap desa yang terpapar Covid-19. Kapan terkena, karena apa, kontak erat dengan siapa saja, dan lainnya harus benar-benar diketahui oleh tim yang bertugas di desa.

Hal itu ditujukan agar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bisa benar-benar ditegakkan. Petugas yang disiapkan desa pun harus bisa menjadi ujung tombak dalam melakukan testing, tracing, dan treatmen.

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus punya data terperinci, lengkap. Sehingga PPKM Mikro bisa kita evaluasi selama tiga hari sekali, dan masyarakat akhirnya bisa sembuh,” pungkas Kapolda.

Sebelumnya Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto juga telah menerjunkan 450 personel TNI untuk membantu pengamanan PPKM Mikro di wilayah Kudus. Menurut Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto, ratusan personel tersebut akan disebar di seluruh desa maupun kelurahan.

Pewarta : Puji S

admin