Kades Linggarjati Diduga Tidak Transparan dan Kurang Kooperatif

Kades Linggarjati Diduga Tidak Transparan dan Kurang Kooperatif

Palangkanews.co.id | Garut – Adanya program dana desa ( DD) yang digelontorkan pemerintah, hendaknya dialokasikan sesuai petunjuk teknis (JUKNIS) ataupun pedoman umum (PEDUM) Kementrian Desa (Kemendes). Namun tidaklah demikian yang dilakukan oknum Kepala Desa Linggarjati Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut Jawa Barat.

Pasalnya,program DD tersebut dialokasikan tanpa memasang informasi publik,sesuai BAB IV PEDUM DD KEMENDesa tentang publikasi maupun UU keterbukaan informasi publik NO.14 tahun 2008. Berdasarkan penelusuran awak media dilapangan, di Desa Linggarjati tidak ditemukan adanya informasi publik tentang APBDesa maupun alokasinya. Rabu (10/02/2020)

Bahkan oknum Kades Linggarjati, Deden, terkesan menghindar saat dikonfirmasi awak media.

Ketika dikonfirmasi via telepon celuler, Deden terkesan basa-basi, bahwa dirinya sedang sibuk. “Maaf saya sedang sibuk. Tamu adalah rohmat. Adapun papan informasi atau baligo APBDesa belum dipasang, karena belum sempat,” kata Kades.

Menanggapi hal tersebut diatas, aktivis pemerhati pembangunan desa Provinsi Jawa Barat, Sesep Saepul Hidayat menyatakan oknum tersebut wajib dikenakan sanksi karena tidak mau memberi informasi akurat tentang penggunaan maupun pengelolahan Dana Desa.

“Ini Zaman serba modern informasi mudah diserap baik melalui media sosial ataupun publikasi dengan memasang balgo yang mudah diakses oleh masyarakat sebagai bukti transparansi penggunaan anggaran.

Untuk itu Bupati Garut atau pihak terkait lainnya harus memberi sanksi terhadap oknum Kades Linggarjati. yang tidak mematuhi aturan tentang transparansi penggunaan dan pengelolaan anggaran Dana Desa.

Pewarta : Herdy Jabar
Sumber : (Rudi)

Redaksi Palangka News