Ibu Kandung Dari Bayi Diciduk Satreskrim Polres Barut.

Ibu Kandung Dari Bayi Diciduk Satreskrim Polres Barut.

Palangkanews co.id – AKP Kristanto Situmeang, SIK. “Alhamdulilah, Tidak Sampai 24 Jam, Terduga Pelaku Pembunuh Anak Baby Usia 3-4 hari Sudah Terungkap.” Senin (25/05)

Sekitar pukul 17.10 Wib, warga Ds. Bintang Ninggi II, khususnya warga RT. 05, Kec. Teweh Selatan, Kab. Barito Utara geger akibat penemuan mayat baby berjenis kelamin laki-laki yang diduga berusia 2-3 hari. Warga yang menemukan mayat baby malang tersebut adalah Rukmiati. Rukmiati mencium bau busuk dan menyangka adalah bau busuk bangkai ayam.

Kapolres Barut AKBP Dodo Hendro Kusuma, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Kristanto Situmeang kepada media online palangkanews co.id mengatakan ”
Pengungkapan tindak pidana pembunuhan yang berawal dari penemuan mayat bayi di Desa Bintang Ninggi II, RT. 05, Kec. Teweh Selatan, Barito Utara, berawal dari penemuan saksi Rukmiati.

” Awalnya Saksi Rukmiati mau memberi makan burung merpati di belakang bangunan sarang burung walet milik Karmila, Saksi Rukmiati mencium bau busuk. Kemudian saksi mencari sumber bau tersebut dan ternyata melihat bahwa ada kantong plastik yang di kerumuni lalat” terang AKP Kristanto Situmeang, S.I.K mengawali press releasenya.

Lanjut Kasat, Setelah Saksi mendekati bau busuk semakin menyengat awalnya saksi mengira bahwa bau busuk tersebut dari bangkai ayam yang dibuang oleh warga sekitar TKP. Kemudian saksi mengambil kantong plastik tersebut menggunakan kayu dan membawa kantong plastik tersebut untuk dibuang ke arah hutan supaya tidak menimbulkan bau busuk.

“Nah, disini ketahuan bahwa bau busuk yang disangka bangkai ayam tersebut adalah manusia karena pada saat diperjalanan kearah hutan, plastik tersebut jatuh dan pada saat saksi mengambil lagi plastik tersebut, saksi melihat kaki yang diduga kaki orang/manusia,” ungkapnya.

Kemudian, Saksi memberitahu tetangga dan perangkat Desa Bintang Ninggi II, bahwa menemukan mayat tersebut tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Bukit Sawit.” Terang AKP Kristanto Situmeang SIK yang masih jelas wajahnya terlihat bekas kelelahan dari olah TKP.
Walau masih lelah dengan semangat Kasat Reskrim Polres Barut ini melanjutkan keterangannya.

Bersadarkan oleh TKP penemuan mayat bayi pertama kali ditemukan merupakan tumpukan dahan dan ranting bekas ditebang/dipotong, berada di dekat bangunan sarang burung walet milik Karmila, sebelah timur dekat dengan dapur rumah miliknya. Bayane yang memiliki anak bernama Nataline, Pada saat kami melakukan olah TKP tiba di TKP posisi mayat bayi malang berada di jalan setapak menuju hutan, yang berjarak sekitar 150 meter dari TKP penemuan awal sesuai yang ditunjukan oleh saksi Rukmiati

Kemudian, Mayat bayi tersebut kami bawa ke rumah sakit umum daerah Muara Teweh untuk dilakukan VER dan hasil sementara keterangan dokter RSUD Muara Teweh yang melakukan VER, menerangkan bahwa mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki, waktu kematian diperkiran antara 2 sampai dengan tiga hari. Mayat bayi tersebut dilahirkan dalam usia kehamilan normal. Bagian mulut bayi disumpel dengan menggunakan gumpalan pembalut wanita.” Terang AKP Kristanto Situmeang SIK

Miris dan sadis ternyata pelaku pembunuh dan sekaligus yang membuang anak bayi malang tersebut adalah Nataline Amd (24) alias Natal Binti Kornelius pekerjaan Honorer Puskesmas Pembantu Ds. Bintang Ninggi I.

Kasat Reskrim Polres Barito Utara mengurai secara detail terungkapnya terduga pelaku pembunuh anak malang yang sempat membuat warga geger dan heboh. Bagaimana tidak geger dan heboh, penemuan mayat bayi malang pada saat pandemi Covid19 dan warga sedang bergembira merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini terduga pelaku pembunuh dan yang membuang anak malang tersebut sudah menjadi tersangka, di amanakan dipolres Barut untuk dimintai keterangan dan diproses lebih lanjut berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.

Sumber : Humas Polres Barut
Yuscon.

admin

admin