Gunung Piyuyan Menjadi Pembicaraan Bupati Barut H. Nadalsyah

Gunung Piyuyan Menjadi Pembicaraan Bupati Barut H. Nadalsyah

Palangkanews.co.id | Warga Desa Muara Mea yang mayoritas penduduknya masih memeluk kepercayaan leluruh suku Dayak, Kaharingan berhadapan dengan PT. IUC ini sudah 3 generasi.

Dimulai tahun 2001 pernah terjadi konflik dengan perusahaan karena menggarap wilayah kaki Gunung Piyuyan tersebut, hanya diselesaikan oleh perwakilan pihak perusahaan, namun entah kenapa kemudian pada tahun ini 2020 terjadi lagi. Kali ini bukan hanya di kaki Gunung tapi kegiatan mereka sudah membelah Gunung keramat Umat Kaharingan ini.

Menyoal aktivitas PT. Indexim Utama Coorporation ini, Bupati Barito Utara H. Nadalsyah tidak menutup mata. Beliau menghimbau, “Agar pihak perusahaan segera melaksanakan tanggung jawab secara hukum adat yang berlaku di masyarakat maupun kewajiban lain yang harus ditaati kepada para pihak yang dirugikan, jangan biarkan hal semacam ini berlarut larut, sebagai Pihak pengusaha seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi adat istiadat dan Kepercayaan masyarakat lokal dimana kita bekerja” Terang Bang Koyem panggilan akrab Bupati Barut saat FBN wawancarai dikediamannya (5/07/2020).

“Pihak Perusahaan dimanapun lahan kerja di Barito Utara ini agar melakukan adaptasi dan memberikan kontribusi kepada Lingkungan Sekitar, keberadaan Perusahaan tidak hanya memberikan dampak positif maupun dampak negatif, jadi harus tetap memperhatikan kewajiban tanggung jawab sosial maupun lingkungan agar dilaksakan dengan baik.

Saya akan menyurati pihak Dinas Provinsi berdasarkan surat dari pihak masyarakat untuk menindak lanjuti laporan masyarakat ini, karena setelah lahirnya Undang-Undang Kehutanan No. 23 Tahun 2014, ini menjadi domain Provinsi” Pungkas Orang nomer satu di Barito Utara dengan tegas.

Pewarta : Leny,
Sumber : Wawancara.
Editor. : Hendrik Panjaitan

Redaksi Palangka News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *