Gubernur Jateng Sangat Mendukung Pengelolaan Sampah Oleh Ikatan Pemulung Indonesia (IPI)

Gubernur Jateng Sangat Mendukung Pengelolaan Sampah Oleh Ikatan Pemulung Indonesia (IPI)

Semarang – Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) hadiri Kongres Sampah pertama di Indonesia yang diadakan di desa Kesongo, Kab.Semarang, di alun-alun Rawa Pening Provinsi Jawa Tengah dengan tema ‘Sampah Menjadi Berkah” yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah serta Institusi terkait, Bappeda, DLHK, Bapermasdes pelaksanaan acara kegiatan selama dua hari. (12/10/2019).

Dalam sambutannya Ganjar prabowo Gubernur Jawa Tengah mengatakan,” pengelolaan sampah harus diawali dari diri sendiri, sadar dan paham tentang sampah, dimana di buang ,dimana dipilah agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan membawa berkah dalam arti sampah sampah yang ada dikelelola dengan benar, beliau juga memberikan catatan bagi daerah yang bisa mengatasi dan mengelola sampah mencapai sekitar 80% di daerahnya akan segera saya kunjungi langsung ke daerah tersebut.” katanya.

Beliaupun memberikan suatu dukungan yang sangat antusias akan pengelolaan sampah yang ada di daerah daerah dan mengatakan dalam pidatonya “Jika ada daerah yang memerlukan sarpras untuk pengelolaan sampah segera beritahu saya, akan segera saya atasi.”ungkapnya.

Dalam acara tersebut hadir sekitar 2000 an,tamu undangan yang hadir melebihi undangan yang dibagikan oleh pihak penyelenggara (panitia) ini terbukti menandakan masyarakat yang ada di Semarang betul betul menyambut program yang akan dilaksanakan oleh pemprov jateng guna menanggulangi limbah sampah yang ada di daerah.

Hadir dalam acara tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup, Bupati Kab.Semarang, Dr.. Mundjirin, Kades Kesongo serta Forkopimda , Prov Jateng dan Kab. Semarang, serta warga peduli sampah lainnya termasuk IPI Jateng. Adupi, Aspdin serta relawan peduli sampah lainnya yang ada di semarang.

Tujuan tersebut adalah mencari sistem dan cara bagaimana menanggulangi dan mengelola sampah yang banyak di buang masyarakat ataupun pengelola indutri yang dibuang setiap hari agar bisa di mamfaatkan kembali dalam arti sampah bukan menjadi musibah buat masyarakat disekitar akan tetapi sampah tersebut menjadi berkah buat masyarakat disekitarnya.

Dalam tanggapannya Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Jateng, M.Effendi, kongres ini baru pertama kali diadakan di Indonesia, kami selaku pelaku dan pegiat sampah merasa didukung dan diperhatikan oleh pemerintah yang tadinya sampah masih dipandang sebelah mata. pada akhirnya pemerintah sekarang sudah menyadari akan arti dan pentingnya pengelolaan sampah, sekarang program gimana kita harus bisa merubah mindset seseorang tentang sampah, harus bisa membawa berkah bukannya menjadi musibah. Paradigma ini yg harus dibangun, sekaligus dikelola bersama-sama baik oleh pemerintah maupun masyarakat. “Ungkapnya.

Ditambahkannya lagi peran para petinggi daerah agar bisa memberikan pemikiran dan ide kreatif dari komisi -komisi pengelola sampah dimulai. Dari banyaknya relawan pegiat sampah mulai dari IPI/PIM, ADUPI,ASPADIN Dll, diharuskan memberikan sumbang sihnya tentang cara dan pengelolaan sampah untuk daerahnya masing masing .”tandasnya. (Tim/red)

admin

admin