Gegara Tanggul Jebol, Petani Garam Di Demak Merugi

Gegara Tanggul Jebol, Petani Garam Di Demak Merugi

Palangkanews.co.id || Demak, 4/6/2021 Petani garam kesulitan memproduksi garam, gegara jebolnya tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1) di Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Senin (31/5/2021).

Pada akhir bulan Mei ini semestinya petambak mulai menggarap lahannya, namun terkendala akibat jebolnya tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1). Sehingga membuat persiapan produksi garam di musim kemarau tahun ini belum bisa dimulai.


Salah satu petani tambak garam H. Noor Shohib desa Kedungmutih kendala produksi garam dikarenakan jebolnya tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1) jebol di dua tempat.

”Kendalanya tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1) jebol di dua titik kurang lebih 100 meter sehingga jika rob tinggi datang air masuk ke lahan garam. Padahal untuk membuat garam butuh lahan yang kering .Inilah yang membuat ratusan petambak garam belum mulai garap lahannya,” jelas Noor Shohib.

H. Noor Shohib menambahkan tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1) bagian selatan sungai kondisinya banyak yang kritis karena abrasi dan rob tinggi. Setiap tahun memang sudah ada penanganan dari pemerintah namun kerusakan berpindah terus. Bagian yang diperbaiki sudah baik, namun bagian yang kritis jebol lagi sehingga membuat air rob langsung masuk ke tambak ikan dan garam.

”Kerugian petambak cukup besar selain peliharaan ikan dan udang hilang karena rob. Juga waktu mulai produksi garam mundur perkiraan dua bulan sudah panen garam. Namun dengan jebolnya tanggul tidak tahu kapan kita bisa panen garam,“ tambah Noor Shohib.

Melihat kondisi rusak dan jebolnya tanggul  ratusan petambak garam berharap ada penanganan dari pemerintah untuk menutup tanggul yang jebol. Tanpa ada penutupan tanggul petambak garam di Kedungmutih tidak bisa memproduksi garam secara maksimal. Penutupan atau pengurugan tanggul yang jebol bisa berupa urug tanah ataupun model permanen pasangan batu belah.

”Kami mohon kepada pemerintah entah pemerintah desa, kabupaten, provinsi atau pusat bisa segera menutup tanggul yang rusak sehingga kami bisa mulai produksi garam. Kami sudah menunggu lama tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang rusak,“ harap H. Noor Shohib

Hal sama dikatakan Ulin Nuha yang juga petambak garam yang terdampak jebolnya tanggul Serang Welahan Drainage 1 (SWD1) desa Kedungmutih. Jebolnya tanggul membuat tambaknya tidak produktif lagi selain membuat garam sulit juga tidak bisa untuk memelihara ikan dan udang. Ketika ikan udang mulai besar rob datang sehingga ikan dan udang tidak bisa dipanen.

”Kalau kondisi begini terus keluarga saya dari tambak tak bisa dapat hasil apa-apa. Saya mohon tanggul segera ditutup agar kami bisa membuat garam dengan lancar . Satu-satunya penghasilan petambak yang utama adalah dari membuat garam ini” Ujar Ulin Nuha. 
(Puji S)

Redaksi Palangka News