Forum Nelayan (Fornel) Mendukung Penambangan Pasir Laut Di Perairan Jepara

Forum Nelayan (Fornel) Mendukung Penambangan Pasir Laut Di Perairan Jepara

Palangkanews.co.id | Jepara, 07/05/2021 Forum Nelayan (Fornel) melalui Wakil Ketua Bagian Jepara Utara M.Rofiq Sunarto buka suara bahwa kelompok nelayan yang jelas terdampak secara langsung atas penambangan pasir laut adalah nelayan yang berada di pesisir laut Bagian Utara Jepara dalam hal hasil tangkapan laut menjadi berkurang. Hal ini di sampaikan kepada tim awak media yang berkunjung ke perkampungan nelayan di dukuh Beringin Desa Bumi Harjo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah Kamis, 6/5/2021.

“Kami kelompok Forum Nelayan Jepara Utara beranggota 2400 orang dengan 1200 perahu, sepakat dan mendukung program pemerintah Presiden Joko Widodo dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tanggul Tol Laut Semarang Demak (TTLSD). Dukungan juga kami berikan kepada Perusahaan Pelaksana yang akan menambang pasir laut. Saya tegaskan sekali lagi Pasir Laut bukan Pasir Besi, buka di bibir pantai. Jarak terdekat 3.5 mil terluar 6 mil kedalaman 19-30 meter dari permukaan air dengan sistem sedot 30-40 bukan di keruk. Untuk material pengurukan Tanggul Tol Laut Semarang Demak (TTLSD). Hal ini seperti yang disampaikan dalam Sosialisasi Publik di Hotel Sekuro Mlonggo Jepara pada tanggal 16/3/2021.” ujar Sunarto.



Lebih lanjut Sunarto menambahkan “Perusahaan Pelaksana berkomitmen sebagai kepedulian sosial, memberikan konpensasi lewat progam Corporate Social Responsibility (CSR) kepada kelompok nelayan dan desa terdampak” tambahnya.

Aris dan Giyono warga masyarakat setempat, saat diwawancarai, kamis (06/05/2021) mengutarakan, kalau mereka sebagai masyarakat yang terdampak Proyek Tanggul Tol Laut Semarang Demak (TTLSD), sangat mendukung atas rencana penambangan pasir laut di wilayah perairan Kabupaten Jepara.

“Kami sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut di perairan wilayah Kabupaten Jepara, mendukung atas rencana penambangan pasir laut. Karena perusahaan penambangan pasir, akan memberikan bantuan berupa dana CSR untuk pembangunan Masjid di wilayah kami, konstruksi Pemecah gelombang atau break water, penanaman pohon Bakau sebagai mencegah erosi dan abrasi. Bantuan kesejahteraan keluarga nelayan serta program pasca tambang,” ujar Aris.

Diketahui, PT. Bumi Tambang Indonesia (BTI) dan PT. Energi Alam Lestari (EAL) adalah dua perusahaan yang akan melakukan kegiatan penambangan pasir laut seluas 2.339 H dan 1.050 H, untuk pengurukan Tanggul Tol Laut Semarang Demak (TTLSD) sepanjang kurang lebih 27 km.

Puji Sumono

Redaksi Palangka News