DPD AWPI KALTENG, IKUT PRIHATIN KEKERASAN PADA WARTAWAN

DPD AWPI KALTENG, IKUT PRIHATIN KEKERASAN PADA WARTAWAN

Palangkanews.co.id || Belum tuntas kejadian penembakan wartawan di Sumatra Utara dan Pembacokan di Gorontalo, Kini terjadi lagi penganiayaan wartawan di Majalengka Jawa Barat. DPD AWPI Kalteng prihatin kejadian kejadian tersebut, DPD AWPI Kalteng juga sudah melakukan Aksi Solidaritas bersama Organisasi Kewartawan , AJV, IPJI, PWRI dan SMSI pada tanggal 25/6/21 lalu, mengecam dan mengutuk keras atas perilakuan Oknum dari sekelompok anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) atas tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap dua pekerja kuli tinta ( jurnalis ) yang sedang mengkonfirmasi terkait permasalahan “Bendera Sobek” diKantor Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka.29/6/21.

Ketua DPD AWPI Kalteng menuturkan bahwa kinerja Wartawan itu sudah ada Tupoksinya dan juga ada UU No. 40 tahun 1999.

” Kan bisa klarifikasi atau berumbuk tentang apa yang dipermasalahkan kalo hanya tentang ‘Bendera Merah Putih Robek’, apabila ada ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik profesi wartawan aturan itu sudah ada mainnya sesuai UU nomor 40 Tahun 1999.” Kata Hadriansyah yang sering di panggil Hadiboy saat di temui Awak Media di pusat Informasi Jl Jend.Urip Sumaharjo Kota Palangka Raya Kalteng.

” Yang menjadi pertanyaan adalah, ada apa oknum Ormas PP menginterograsi wartawan saat melakukan Konfirmasi di Kantor Desa? dan dalam Kapasitas apa Ormas tersebut ? dan ini bisa juga di pertanyakan Kepala Desa mengundang Ormas, Perlu dicurigai, sepengetahuan saya menjadi kepala Desa itu mampu mengatasi segala hal, Arip dan bijaksana.” Tutur Hadiboy

“Saya berharap kepada Polres Majalengka lakukan, bertindak secara profesional dan segera menangkap para pelaku dan aktornya yang melakukan tindakan Intimidasi dan Kekerasan terhadap wartawan,” tegas Hadiboy

Kejadian tersebut sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa peristiwa di Kantor Desa Mekarwangi Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka Jawa Barat, Senin (28/06/2011). Saat itu dua wartawan yang berbeda media akan melakukan klarifikasi tentang pemberitaan, yang terjadi malah di intimidasi oleh beberapa oknum Ormas Pemuda Pancasila (PP), bahkan terjadi pemukulan kepada wartawan hingga menyebabkan luka di bagian wajah dan dengan kata-kata kasar seperti binatang yang di ucapkannya terliat di video yang kemudian menjadi viral.

Pewarta. : Rahmadi
Sumber. : Wawancara Ketua DPD AWPI Kalteng.

Redaksi Palangka News