DIALOG ALOT, ANTARA PERUMDA JEPARA DENGAN KELOMPOK ROWO. INDAH DAN PEMILIK QUOTA LUMBAH GYPSUM

DIALOG ALOT, ANTARA PERUMDA JEPARA DENGAN KELOMPOK ROWO. INDAH DAN PEMILIK QUOTA LUMBAH GYPSUM

Palangkanews.co.id | Dialog diskusi antara Perumda Jepara dengan kelompok Rowo Indah dan Pemilik limbah gypsum berjalan alot. Rapat koordinasi tetap prosedure protokol kesehatan.

Jepara, 14 September 2020. Rapat Koordinasi, dialog diskusi yang di prakarsai oleh Perumda Jepara berdasarkan tuntutan kelompok Rowo Indah yang ingin menyampaikan aspirasi dan klarifikasi kepada Perumda Jepara tentang pengelolaan administrasi pemanfaatan limbah PLTU TJB jepara yang berlangsung di rumah makan Maribu Jepara pada hari senin 14 september 2020 mulai pukul 13.30 wib sampai dengan 15.30 wib berjalan alot.

Rapat koordinasi dengan dialog diskusi di hadiri sekitar 113 orang. 4 orang dari Perumda Jepara sebagai pengelola administrasi pemanfaataan limbah PLTU TJB di wakili oleh Sugiarto. 4 orang dari Kopjati PLTU TJB di wakili oleh manager Raden Rohmad Imanudin, 32 orang dari Perusahaan pemilik quota, 54 orang dari organisasi/perorangan dan 3 petinggi sebagai desa penyangga PLTU TJB (desa bondo, jerukwangi dan kedungleper). 11 orang kelompok Rowo Indah dan 4 orang dari Media.

Tim mediasi dari Polres Jepara, Kabag Ops Kompol Yohan Setiajid dan Kasat Sabhara AKP. M. syaifuddin, Kodim 0719 Jepara di wakili Pasi Intel Kapten Inf. Mukholik dan Rustamaji dari Bakesbangpol Jepara.

Dalam kata sambutan pertama, Kabag Ops Kompol Yohan Setiajid sampaikan. Bahwa limbah gypsum ibarat kue, yang harus di bagi untuk eleman masyarakat desa pentangga PLTU TJB. Pembagian adil tapi tidak sama. Karena harus melihat history sebelumnya. Dalam pelaksanaan di lapangan, ada dinamika reformasi dan ketebukaan management dan kecemburuan sosial. “Hal yang wajar, selagi dalam penyampaian aspirasi tidak melanggar aturan hukum yang berlaku” imbuh Kabag Ops Kompol Yohan Setiajid.

Sambutan Kedua, Kodim 0719 Jepara di wakili oleh Pasi Intel Kapten Inf. Mukholik. Berpesan kepada semua pihak, harus legowo. Ngikuti arus, jangan melawan arus. Dampaknya akan mengganggu kinerja PLTU TJB sebagai obyek vital nasional sesuai keputusan Menteri ESDM No : 1762K/07/MEM/2007 tentang pengamanan Obyek Vital Nasional di sektor ESDM.

Sambutan ketiga, pihak Perumda di wakili oleh Sugiarto. Menyampaikan bahwa, target quota 400 mgp tidak bisa di buat acuan. Karena semua produk samping limbah gypsum berdasarkan unit mesin PLTU berjalan normal. Bila terjadi force majeure atau satdown dalam perbaikan mesin, maka produk samping limbah gypsum akan berkurang. Hal ini tentu mengurangi jumlah volume limbah gypsum yang keluar. Maka semua pihak harus memahami.

Sambutan ke empat atau pemaparan dari kelompok Rowo Indah, di wakili oleh Susami (Pt. Samita Mulia). Bahwa penghadangan dan penyanderaan 6 mobil truk tronton pengangkut limbah gypsum yang di lakukan oleh kelompok Rowo Indah untuk crosscek atas apa yang sudah Perumda lakukan sebagai pengelolaan administrasi pemanfaatan limbah PLTU TJB.

Selama ini, menurut Susami,” terjadi miss comunication dengan Perumda. Apapun yang di lakukan kelompok rowo Indah telah melanggar hukum sesuai KUHP pasal 368 ayat 1.” Ucapnya

” barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukun, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain di ancam karena pemerasaan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun”

Perumda mempunyai kekuatan hukum tetap. Tertuang dalam perjanjian kerja sama administrasi pengelolaan pemanfaatan limbah PLTU TJB. Antara Kopjatibu dengan Perumda.

Kelompok Rowo Indah, penanggung jawab Muntahar dukuh sekuping Rt 003/Rw 007 desa tubananan kec kembang kabupaten Jepara suatu organisasi liar, karena tidak ada nya akta pendirian notaris dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Bangkesbangpol Jepara. Sesuai yang di amanatkan dalam UU No 17 tahun 2013 tentang Ormas, dan Surat edaran Permendagri No 57 tahun 2017 tentang pendaftaran pengelolaan ormas.

Akhir dari Rapat Koordinasi dengan dialog beberapa pihak, tidak mengasilkan keputusan. Rencananya usulan usulan dari tim Rowo Indah di tampung untuk di bawa ke rapat dereksi Perumda.

“Selanjutnya rapat koordinasi akan di lanjutkan kembali. Waktu dan tempat akan di sampaikan pigak Perumda” kata Sugiarto sebagai wakil perumda.

Pewarta. : PUJI SUMONO Kaperwil . .. Jawa Tengah
Sumber. : Liputan langsung
Ed/Ad. : Syaiful

admin

admin