Di duga SPBU Jual BBM Ilegal Harga Berbeda Pada Konsumen

Di duga SPBU Jual BBM Ilegal Harga Berbeda Pada Konsumen

Palangkanews.co.id / Muara Teweh. Sejak bulan November 2020 yang lalu Pertamina menggelar Program Langit Biru di 85 kota dan kabupaten. Dalam program ini Pertamina memberikan diskon khusus sebesar Rp 1.200 per liter untuk BBM jenis Pertalite. Sehingga para konsumen bisa membeli Pertalite seharga dengan BBM Premium, yakni Rp 6.450 per liter. Namun potongan harga ini diberikan kepada pengguna kendaraan angkutan umum plat kuning, kendaraan roda dua dan tiga.

Transaksi BBM jenis pertalite secara ilegal kembali diduga terjadi disalah satu SPBU yang berada di jalan Pramuka, Muara Teweh, Kab.Barito Utara, Prov.Kalteng.

Di SPBU ini Ditreskrimsus Polda Kalteng pernah mengamankan Pelangsir Bio Solar Subsidi di SPBU Muara Teweh di SPBU Jalan Pramuka Kel. Lanjas Kec. Teweh Tengah Kab. Barito Utara, Prov Kalteng, Selasa (4/5/2021).

Kejadian Penangkapan yang dilakukan Polda Kalteng masih segar dalam diingatan (Rabu,06/10/21) dugaan transaksi BBM ilegal kembali terjadi.

Dugaan adanya transaksi BBM ilegal di SPBU tersebut dialami dan dilihat langsung oleh Ketua Aliansi Jurnalis Video Kab.Barito Utara, Bung Harianja.

Menurut penuturan Bung Harianja di Kantor AJV Barut, diketahui saat dia sengaja ingin mengisi BBM di SPBU tersebut.

“Saya sengaja ingin mengisi BBM ke SPBU jalan Pramuka. Ada beberapa mobil pelanggan di depan saya. Anehnya ada 1 mobil mini bus jenis kijang berada pada posisi paling depan dilewati beberapa mobil di belakangnya. Saya berpikir kenapa, apa mobil jenis kijang tersebut sedang rusak?” Kata Bung Harianja

“Namun pas posisi saya berada di belakang mobil jenis kijang tersebut, saya diminta petugas bergeser ke sisi kiri mobil kijang. Dan tangki mobil kijang pun isi. Nah lah ternyata mobil kijang itu tidak rusak” terang Bung Harianja senyum seolah merasa kalah dalam antrian BBM kami menduga ada apa?

“Saat petugas mengisi BBM jenis pertalite khusus ke Tanki mobil kijang, saya merasa curiga karena durasi pengisiannya tidak normal. Saya sengaja melirik mesin BBM. Saya kaget, untuk mobil jenis kijang mampu menyedot BBM Rp. 685,000, 100 liter. Wow keren kan. Harga tertera Rp.6.850.” tambah Bung Hari panggilan akrab ketua AJV Barut ini heran.

Wartawan Media Group Www.suaraborneo.co.id dan Palangka news.co.id ditinggal pergi oleh oknum pengawas di kantor SPBU jalan Pramuka saat melakukan konfirmasi.

“Ironisnya saat giliran saya mengisi BBM, saya minta tangki mobilku diisi penuh, namun oleh petugas wanita itu mengatakan kalau batas BBM untuk saya hanya Rp.200.000 dan saya bertanya kenapa ke kijang itu bisa sampai Rp.685.000, dengan suara agak keras petugas menjawab kalau BBM untuk kijang itu lain. Menurut petugas harga untuk pemilik kijang Rp.8000/liter dan harga ke saya normal. Ko bisa. Aneh bukan. “Ujar Bung Hari heran.

Masih menurut Bung Hari, bila kejadian seperti itu tidak di tertibkan, kasihan teman teman pelangsir.

“Kalau pemilik kijang adalah pelangsir, kasihan dia. Mereka pahlawan distributor BBM ke pelosok desa. Tanpa Mereka BBM tidak sampai ke desa. Harga ke mereka lebih mahal, belum lagi biaya transportasi yang harus mereka bayar. Akhirnya harga BBM di warung warung melambung tinggi…! nah masyarakat sebagai pelanggan jadi korban juga kan!” Kata Bung Hari miris.

“Ini harus di tertibkan, kasihan pelangsir dan konsumen BBM. Baru saja Polda Kalteng melakukan penertiban SPBU itu, sudah melakukan hal yang tidak elok, kok berani? Apa pemilik dan penanggung jawab SPBU ini kebal hukum?” Kata Bung Harianja setengah bertanya.

Bung Harianja, Ketua AJV Barut ” Pelansir itu pahlawan distributor BBM, tanpa mereka, BBM tidak akan sampai ke pelosok desa. Kasihan mereka. Seharusnya itu dibantu Pemerintah, harga BBM ke mereka harus lebih murah. Bukan lebih mahal’
Saat wartawan media ini meminta konfirmasi kepada pemilik dan penanggung jawab SPBU, menurut keterangan petugas SPBU pemilik SPBU tidak berada di tempat. Kru media ini hanya dilayani salah satu oknum yang katanya adalah pengawas SPBU

Dikantor SPBU oknum tersebut tidak bersedia pernyataannya di rekam. Bahkan terkesan arogan. Suara oknum tersebut terekam dan sangat tidak pantas di muat di media. Dan Wartawan media inipun ditinggal begitu saja dikantor SPBU .

“Saya minta para kawan kawan pelangsir agar kompak, harga BBM harus sama kepada semua konsumen di SPBU kecuali harga yang dikecualikan oleh undang undang. Kalau SPBU mematok harga lebih dari yang sebenarnya kepada pelangsir, pelangsir harus berani melapor kepada pihak yang berwajib” kata Bung Harianja menutup keterangan kejadian yang dia alami di SPBU jalan Pramuka Muara Teweh.

Pewarta.:. Red pknews.
Sumber : TIM Group Media/Red.

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News