BUTUH KOLABORASI SELAMAT ANAK BANGSA.

BUTUH KOLABORASI SELAMAT ANAK BANGSA.

Palangkanews.co.id || Dirilis dari Bedah Editorial Media Indonesia, pukul 07.30 WIB. ANAK-ANAK tidak luput dari amukan covid-19. Proporsi kasus konfirmasi covid-19 pada anak usia 0-18 tahun sebanyak 12,5%. Artinya, satu dari 8 kasus konfirmasi itu ialah anak.

Lebih memprihatinkan lagi, berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (ADAI), angka kematian anak akibat covid-19 tertinggi di dunia. Kematian anak positif covid-19 mencapai 3%-5%. Mirisnya lagi, 50% kematian anak itu masih di usia balita.

Menyelamatkan nyawa generasi penerus bangsa harus menjadi ikhtiar bersama. Caranya ialah berupaya dengan segenap daya untuk mencegah penyebaran covid-19. Akan tetapi, pagebluk masih terus berkecamuk tanpa terkendali.

Kemarin, terdapat penambahan 14.536 kasus baru. Angka itu merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak covid-19 pertama kali terkonfirmasi pada 2 Maret 2020. Dengan penambahan tersebut, tercatat ada 2.004.445 kasus covid-19 di Tanah Air, meninggal 54.956 orang.

Inilah saatnya kewaspadaan orang tua ditingkatkan demi melindungi keselamatan anak-anak. Apalagi, kasus covid-19 saat ini kebanyakan dari klaster keluarga. Karena itu, jangan bertaruh nyawa dengan tetap membawa anak-anak keluar rumah.

*Saatnya meningkatkan pengawasan, jangan lagi bersikap permisif untuk membiarkan anggota keluarga, terutama anak-anak, keluar rumah tanpa dibekali protokol kesehatan yang ketat dan memadai. *

Risiko anak terpapar covid-19 sama besarnya dengan orang dewasa, bahkan potensial bisa lebih besar. Pasalnya, kesadaran anak-anak untuk menerapkan protokol kesehatan saat berinteraksi dengan teman di lingkungan atau di tempat-tempat keramaian jelas lebih rendah.

Memang, anak-anak yang selama pandemi telah kehilangan dunianya. Mereka tak bisa bermain bebas dengan teman-teman di sekolah dan lingkungan rumah. Mereka tidak bisa beraktivitas di luar untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan keterampilannya. Namun, keselamatan ialah yang utama dan segalanya.

“Perlu ditegaskan agar orang tua menghindari membawa anak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak atau bila perlu batasi pergaulan anak, bahkan di tingkat lingkungan tetangga sekalipun.”

Di sinilah peran orang tua dituntut agar lebih kreatif agar anak-anak nyaman di rumah sehingga untuk sementara tidak perlu bermain dengan tetangga sebayanya. Bikin suasana rumah agar nyaman untuk belajar dan bermain, yang memang milik anak-anak.

Bukan hanya keluarga, semua pihak harus mendukung keselamatan anak-anak dari terpaan covid-19. Karena itu, jangan paksakan sekolah tatap muka yang rencananya mulai tahun ajaran baru. Bila perlu, semua kegiatan yang melibatkan anak-anak digelar secara daring.

Memang, pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi kurang efektif. Di sejumlah wilayah, terutama di luar area perkotaan, banyak murid yang tak memiliki gadget dan akses internet. Tak sedikit pula guru yang tidak siap mengajar dari jarak jauh.

Meski dalam pilihan sulit, tentu prioritasnya dengan mendahulukan kesehatan daripada yang lain. Apalagi belum tersedianya vaksin covid-19 untuk usia di bawah 18 tahun yang dimiliki bangsa ini. Vaksinasi untuk orang dewasa saja belum mencapai target.

Penanggulangan pandemi covid-19 ini butuh kerja bersama, termasuk kolaborasi semua pihak untuk menyelamatkan anak-anak. Jangan biarkan anak-anak menjadi korban.

Ingat Pesan Ibu 5M :
Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pewarta.: Red. Pknews
Sumber : VIDEO EDITORIAL MEDIA INDONESIA.

Redaksi Palangka News