Bupati Jepara Tegaskan “Tambak Udang Tanpa Izin Di Larang Operasi”

Bupati Jepara Tegaskan “Tambak Udang Tanpa Izin Di Larang Operasi”

Palangkanews.co.id | Jepara, 7/4/2021 Bila tidak mengantongi izin dari pemerintah, semua pengelola industri budi daya udang di wilayah Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, dilarang beroperasi. Hal itu dilakukan agar terjaganya kelestarian lingkungan.

Demikian dikatakan Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat meninjau beberapa lokasi lahan tambak, Selasa (6/4/2021). Survei dimulai dari milik Sutrisno di Dukuh Alang-alang dan Legonboyo, Desa Karimunjawa. Lalu, masih di desa yang sama, tapi beda pemilik, yaitu tambak di Dukuh Nyamplungan dan Legoncikmas. “Mau ngecek apakah mereka sudah berizin atau belum,” kata dia.

Di tiap-tiap tambak yang dipantau, Andi memerintahkan agar para pemilik bisa melengkapi izin persyaratan. Di antaranya adalah dokumen lingkungan hidup, meliputi aktivitas pengelolaan air limbah.

Pihaknya mencatat, sedikitnya ada 18 lokasi tambak udang di Karimunjawa. Sedangkan total luasannya mencapai lebih dari 30 hektare.

Menurut dia, kini tidak boleh lagi ada kejadian serupa di Kabupaten Jepara. Para pemilik wajib mengantongi izin yang sah sebelum beroperasi. “Ketika akan melakukan sebuah operasi pembudidayaan, tolong dong itu diproses izinnya dulu,” tuturnya.

Sebab lanjut Andi, perairan di wilayah laut Karimunjawa telah lama jadi urat nadi kehidupan warga setempat. Seperti nelayan, petani rumput laut, hingga pelaku industri pariwisata.

Pada kesempatan itu Bupati Jepara turut didampingi Sekda Edy Sujatmiko, Kepala Disikan Wasiyanto, Kepala DPUPR Ary Bachtiar, Kepala DLH Farikha Elida, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, Kepala Dishub Trisno Santoso. 

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News