Bupati Ingatkan Perusahaan Soal CSR. Pengerukan Pasir Laut Di Jepara

Bupati Ingatkan Perusahaan Soal CSR. Pengerukan Pasir Laut Di Jepara

Palangkanews.co.id | Jepara, 26/3/2021 Rencana ada dua perusahaan, masing-masing PT Bumi Tambang Indonesia (BTI) dan PT Energi Alam Lestari (EAL), akan melakukan proyek pengerukan pasir laut di Perairan Balong, Kembang, Jepara.

Pemerintah Kabupaten Jepara tidak mempermasalahkan adanya rencanan Penambangan pasir laut yang akan digunakan untuk keperluan menguruk tanggul laut Tol Semarang Demak tersebut, dinilai sudah menjadi kebijakan Pemerintah.

Bupati Jepara Dian Kristiandi, S.Sos menanggapi isu pengerukan pasir laut ini menyatakan tidak dalam posisi sikap menolak. Sebab, dalam hal ini perusahaan yang akan melakukan sudah mengantongi izin.

Izin penambangan tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Saat ini tinggal menunggu dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang masih proses.

Dalam masalah ini, pihaknya justru lebih condong untuk menyoroti program Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dilakukan oleh perusahaan pelaksana proyek. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Pihaknya meminta agar pengelolaan CSR dari proyek ini bisa dilakukan dengan baik.

Pihaknya juga meminta agar perusahaan yang sudah mengantongi izin, bisa segera melakukan sosialisasi terkait rencana ini. Sehingga masyarakat mengetahui secara jelas rencana yang akan dilaksankan.

”Saya kira, yang terpenting dalam hal ini, siapapun yang mengantongi izin penambangan ini harus benar-benar memperhatikan masalah lingkungannya. Lingkungan ini, meliputi semua hal, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya. Salah satunya adalah benar mengelola program CSR- nya dengan sebaik-baiknya,” ujar Dian Kristiandi, Kamis (25/3/2021).

Dian Kristiandi juga menyatakan akan menjadi orang pertama yang akan bertindak, jika apa-apa yang disampaikannya tidak diperhatikan oleh perusahaan yang akan melaksanakan proyek ini. Jika itu terjadi, maka pihaknya akan akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini, dalam proses penyusunan dokumen AMDAL, masyarakat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan dan keluhan terkait pelaksanaan proyek ini.

Masukan dan keluhan ini akan dijadikan pertimbangan, untuk apa-apa yang harus dilakukan terkait proyek ini. Sehingga keluhan atau masukan yang ada dari masyarakat bisa diperhatikan.

“Kewenangan soal perizinannya ada di Pemerintah Propinsi dan Kementrian terkait, itu yang terjadi dalam hal ini. Tinggal nanti bagaimana pelaksanaannya, kita awasi bersama-sama,” tambahnya.

Seperti yang disampaikan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Jepara, ada dua perusahaan, masing-masing PT Bumi Tambang Indonesia (BTI) dan PT Energi Alam Lestari (EAL), akan melakukan proyek pengerukan pasir laut di Perairan Balong, Kembang, Jepara.

Cakupan area yang akan dikeruk meliputi kawasan seluas 3.389 hektare, di lepas pantai berjarak 9 mil dari bibir pantai. Rencanannya pasir laut yang ada di area itu akan dikeruk dengan cara disedot dengan kedalaman 30 centimeter.

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News