Berburu Anak Gadis Tengah Malam, Tradisi baca Beritanya

Berburu Anak Gadis Tengah Malam,  Tradisi baca Beritanya

Palangkanews.co.id / SETIAP negara memiliki tradisi unik, termasuk Bhutan. Ya, di negara ini terdapat tradisi yang dikenal dengan nama Bomena. Bomena merupakan kegiatan ‘menyelinap’ ke kamar anak gadis perawan di tengah malam. Dipublikasikan 13/11/21.

Tradisi ini juga dikenal sebagai ‘Night Crawling’ yang berarti berburu anak perempuan.

Mereka yang ‘menyusup’ ke rumah anak gadis ini jelas mempunyai tujuan untuk melakukan hubungan seksual. Kebiasaan itu telah dipraktikkan pada zaman kuno, oleh orang-orang di beberapa daerah pedesaan Jepang dan Bhutan, negara di Himalaya Timur yang dipisahkan oleh China dan India.

Selama bertahun-tahun, orang Bhutan dikenal sangat menjunjung tinggi adat dan tradisi mereka, terlepas dari betapa anehnya kebiasaan ini bagi manusia modern.

Baca juga: Mengenal Tradisi Seks Bebas Suku Kreung Kamboja, Setubuhi Gadis Perawan di Gubuk Cinta (Gadis Bhutan, Foto: Instagram/@sunita_tamang77)

Budaya ini dipraktikkan oleh pria muda dan tua. Pada malam hari, seorang pria menyelinap ke kamar seorang gadis untuk membujuknya melakukan hubungan seksual.

Sementara anak gadis tersebut berhak untuk memutuskan apakah dia mau menerimanya atau tidak. Jika ia setuju dengan berhubungan badan, maka itu bisa mengarah pada pernikahan.

Tetapi jika dia menolak, dia akan diusir dari rumah oleh keluarganya.

“Ini adalah tradisi di mana orang-orang muda menemukan pasangan mereka dan menikah. Idealnya, prosesnya berpuncak pada pagi, ketika anak laki-laki ditemukan di tempat tidur anak perempuan,” kata peneliti dari Pusat Studi Bhutan dan Penelitian GNH, Dorji Penjore.
Sayangnya, kasus-kasus pelecehan seksual atau pemerkosaan pernah terjadi. Mungkin itu sebabnya beberapa ayah menyimpan tongkat kayu untuk melindungi putri mereka dari lelaki hidung belang.

Bomena juga berdampak pada tingginya tingkat kehamilan remaja perempuan, serta meluasnya penyakit seksual, termasuk kelahiran anak di luar nikah

Kebiasaan ini mungkin masih dipraktikkan di beberapa desa di Bhutan. Namun, berkat modernisasi, tradisi aneh ini perlahan mulai ditinggalkan.

Pasalnya, pada pemuda di sana mulai mengadopsi gaya pacaran modern sebagaimana kawula muda pada umumnya.

Pewarta. : Red pknews

Sumber. ,: Penelitian GNH/ Okezone

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News